News  

Antisipasi Omicron, RSUD Cilacap Tambah Tempat Tidur

Jajaran manajemen Cilacap saat menggelar konfrensi pers, Rabu (12/1/2022). Direktur RSUD Cilacap memastikan sudah menambah tempat tidur pasien Covid19 mengantisipasi jika ada kasus baru. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Antisipasi dan hadapi kemungkinan penyebaran Covid19 varian Omicron, RSUD Cilacap menambah jumlah Tempat Tidur (TT) untuk pasien Corona. Tempat tidur yang semula hanya mampu menampung 17 pasien, kini melonjak drastis. Hingga rumah sakit milik pemerintah ini akan mampu menampung pasien lebih banyak jika terjadi penyebaran Omicron di Cilacap.

Direktur RSUD Cilacap, dr Moch Ilyas Rianto mengatakan hal ini kepada awak media. Menurutnya, penambahan tempat tidur tersebut menjadi langkah antisipasi jika ada penyebaran Omicron di Cilacap.

“Sekarang tambah lagi jadi 75 tempat tidur,” kata Rian.

Menurutnya, seluruh ruang ini sudah terkoneksi dengan sentral oksigen. Hingga tidak ada lagi tabung oksigen di dekat tempat tidur pasien. Tabung oksigen ini menjadi salah satu penyebab dan kendala dalam perawatan pasien Covid19, seperti saat terjadi lonjakan pada pertengahan 2021 lalu.

Lonjakan ini membuat semua rumah sakit kalang kabut karena pasokan oksigen menjadi sangat terbatas. Belum lagi dengan masalah pengiriman. Armada pengiriman harus mendapatkan pengawalan dan beban oksigen dalam tabung menjadi masalah tersendiri.

Kendaraan pengangkut menjadi sangat lambat karena muata berat dan kerap mengalami masalah di tengah jalan. Tidak jarang, kendaraan ini justru mogok karena beban berat.

“Ini lebih mudah. Tidak seperti kemarin, kita sempat kerepotan,” kata dia.

Dia mengatakan, rumah sakit ini juga sudah menambah peralatan pendukung lainnya sebabai langkah antisipasi munculnya Omicron di Cilacap. Seperti ventilator dan juga peralatan medis yang kerap dibutuhkan pasien Covid19. Seluruh peralatan ini sudah menyesuaikan jumlah tempat tidur dan pasien.

“Ventilator dan lain juga sudah kita tambah,” katanya.

Dia memastikan, RSUD Cilacap terus berbenah dengan menambah sarana dan prasarana. Termasuk sistim layanan yang memudahkan pasien hingga mereka tidak perlu lama menunggu.

“Sistim kita perbaiki terus agar pelayanan lebih mudah. Pasien bisa lebih cepat terlayani, tidak antri terlalu lama tapi bisa segera ke poly sampai kemudian dapat resep dokter,” tegasnya. (*)