News  

Akuaduk Ambruk Dibiarkan Terbengkalai

Akuaduk di Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, ambruk dan dibiarkan terbengkalai. Fasilitas ini sudah rusak sejak 5 tahun lalu dan menyebabkan banjir di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja, Cilacap. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Akuaduk atau saluran air buatan ambruk dan dibiarkan terbengkalai di Dusun Cilongkrang Barat Desa Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Cilacap. Kondisi ini sudah terjadi selama kurang lebih 5 tahun dan belum tersentuh penanganan sama sekali.

Saluran air ini berfungsi membuang air dari perbukitan di sisi utara desa tersebut agar tidak berakhir di affur atau saluran pembuangan. Tujuaanya agar air dari bukit bisa sampai ke rawa yang ada di selatan.

Akuaduk ini memiliki lebar 1 meter lebih dengan konstruksi cor beton dan cukup tebal. Sementara panjang sekitar 20 meter lebih. Semula air lancar mengalir tanpa hambatan. Namun setelah sekian tahun, air justru mengalir ke affur karena ada kerusakan di bagian pintu.

Kepala Desa Cilongkrang, Endang Wahyu menjelaskan, kondisi akuaduk ambruk dan dibiarkan terbengkalai ini terjadi sejak dia belum menjabat.

“Sudah lama sebelum saya jadi kades,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Dia mengatakan, kerusakan ini terjadi karena akuaduk ini belum pernah ada perbaikan sejak kali pertama beroperasi. Pembangunan sarana ini pada dekade 80-an oleh Kementerian PUPR. Hingga pondasi kemudian tergerus air affur yang mengalir di bawah bangunan.

“Karena lama tidak ada perawatan. Lama-lama ambruk,” kata dia.

Dia menjelaskan, akuaduk ini menjadi kewenangan instansi pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dia menambahkan, kondisi akuduk yang ambruk dan terbengkalai itu kemudian menjadi sumbatan air affur. Akibatnya, air dari Desa Tarisi di sisi barat Cilongkrang tidak bisa mengalir dan merendam sejumlah rumah warga di sana.

“Kerusakan di (desa) kita. Tapi dampaknya justru ke Desa Tarisi,” katanya.

Karena itulah, warga Desa Tarisi dan Cilongkrang sejak Senin pagi mencoba membongkar akuaduk terbengkalai itu. Tujuannya agar genangan di Desa Tarisi bisa mengalir dengan bebas tanpa hambatan. Pekerjaan ini kemungkinan membutuhkan waktu 5 hari karena pengerjaannya secara manual. (*)