News  

Bela Sukatani, Mahfud MD Bilang Polri Sudah Bertindak Konyol

Penampilan Sukatani di sebuah even musik. Mantan Menko Polhuman membela band Sukatani dan menyebut langkah Polris sudah konyol dengan melakukan represi atas band tersebut. (doc/instagram)

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD justru bela band Sukatani dan menilai Polri sudah bertindak konyol. Ini karena Polri sudah terlambat bergerak dan langkahnya sangat represif dengan mengitimidasi seniman dalam berkarya.

Bank Sukatani sempat meminta maaf melalui akun instagram karena dan menarik lagu berjudul Bayar Bayar Bayar. Permintaan maaf ini mereka tujukan kepada Kapolri dan juga kepolisian secara menyeluruh.

Publik belakangan menduga kalau klarifikasi ini sebagai bentuk intimidasi dan represi aparat terutama polisi terhadap Band Sukatani.

“Tidak seharusnya mereka minta maaf,” kata Mahfud MD.

“Menjadi konyol karena, menjadi isu yang menimbulkan asosiasi, karena lagu ini dinyanyikan saat unjuk rasa. Tapi penciptanya yang disalahkan,” terangnya di kanal youtube Mahfud MD Official.

Menurutnya, langkah polisi yang sangat represif ini lalu menimbulkan kekhawatiran dalam penegakan konstitusi. Ini karena Sukatani sudah mengekspresikan kondisi masyarakat, bukan sekedar melontarkan kritik terhadap satu institusi semata. Kritik sosial semacam ini selalu mengangkat realita di masyarakat.

“Orang mengkritik bisa dengan apa saja. bisa dengan lagu. Lalu siapa yang bisa bantah di Polisi banyak pungli,” terang Mahfud.

“Ini bukan tuduhan, tapi realita dan jadi berita-berita yang umum,” katanya lagi.

Menurutnya, akan sulit menyalahkan orang yang berbicara dengan bukti. Seperti aktifis Buya Esson atau Emerson Yanto.

Menurut Mahfud, sosok ini selalu berbicara dengan berlandaskan data. Termasuk data terkait pungli di berbagai lokasi. Dan Sukatani mencoba mencontoh cara Buya Eson mengekspresikan realita di masyarakat.

“Nah (band) ini mengekspresikan orang-orang seperti Buya Eson,” katanya.

Mahfud menambahkan, Polri bertindak konyol karena mereka baru bergerak 1,5 tahun setelah lagu Bayar Bayar Bayar beredar luas di internet.

“Ini konyol karena sudah 1,5 tahun baru dipersoalkan setelah dinyanyikan orang. Tapi sebelumnya sudah beredar luas,” tegasnya. (*)