Sport  

Cesar Meylan Ungkap Alasan Bergabung sebagai Pelatih Fisik Timnas Indonesia

John Herdman dan Cesar Meylan saat sesi pengenalan oleh PSSI. Cesar Meylan akan menjadi pelatih fisik timnas Indonesia. (doc/timnas indonesia)

JAKARTA – Asisten pelatih fisik timnas Indonesia, Cesar Meylan, membeber alasannya mau menerima lamaran PSSI. Dia beralasan adanya potensi besar Indonesia untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

PSSI secara resmi mengenalkan ke publik pelatih timnas yakni John Herdman. Juga pelatih fisik timnas, Cesar Meylan.

Meylan mengaku, ada sejumlah alasan yang membuatnya mau menerima pinangan PSSI untuk menjadi pelatih fisik Timnas. Salah satunya adalah bisa membawa Indonesia tampil di Piala Dunia.

“Saya sangat bersemangat datang ke Indonesia dan berharap bisa mendukung negara ini menuju Piala Dunia. Itulah alasan saya datang ke sini, sama seperti saat saya bekerja dengan Kanada,” ujarnya.

Pelatih fisik timnas tersebut mengaku terkesan dengan respons publik terhadap penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Atmosfer dukungan dan antusiasme suporter menjadi modal penting dalam perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2030.

“Saya sudah merasakan besarnya passion di ruangan ini, liputan media, dan reaksi para penggemar. Itu sangat luar biasa dan membuat saya semakin bersemangat bekerja bersama Indonesia,” kata Meylan.

Alasan lain, lanjut Meylan karena hubungannya dengan Herdman telah terjalin lama. Keduanya bekerja bersama sejak 2010, dengan jeda hanya satu tahun pada musim lalu.

Kolaborasi Meylan dan Herdman mencatat sejumlah prestasi, antara lain medali emas Olimpiade Tokyo 2021 bersama Timnas Putri Kanada dan dua medali perunggu Olimpiade sebelumnya. Serta keberhasilan Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian puluhan tahun.

“Saya bekerja dengan John sejak 2010. Selama 15 tahun terakhir, hanya satu tahun saya tidak bekerja dengannya,” ucap Meylan.

Terkait Timnas Indonesia, pelatih fisik timnas itu mengaku masih mempelajari komposisi pemain. Dia melihat kesamaan kondisi Indonesia saat ini dengan Kanada beberapa tahun sebelum tampil di Piala Dunia.

“Saya sangat antusias melihat talenta lokal dan pemain yang di Eropa. Situasinya sangat mirip dengan Kanada empat sampai lima tahun sebelum lolos ke Piala Dunia,” ujar Meylan. (*)