Cilacap Masuki Fase Kekeringan, 6 Desa Kesulitan Air Bersih

  • Bagikan
6 desa di Kabupaten Cilacap mulai kesulitan air bersih hingga memaksa BPBD mengirimkan bantuan. (doc)

CILACAP – Fase terburuk bagi warga Kabupaten Cilacap yakni bencana kekeringan, mulai dirasakan warga. Saat, bersamaan dengan musim pancaroba, sejumlah warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah yang pertama kali terimbas kesulitan air bersih adalah Desa Bojong Kecamatan Kawunganten.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap sudah merespon dengan mengirimkan bantuan air bersih dan langsung dibagikan kepada warga. Pengiriman terakhir dilakukan pada 18 Mei lalu.

“(Desa) Bojong sudah kita kirim bantuan. Total sudah 4 tanki,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, Sabtu (22/5/2021).

Dia mengatakan, permintaan bantuan air bersih juga sudah dilayangkan warga Desa Purwadadi dan Rawaapu Kecamatan Patimuan. Menyusul kemudian dari Desa Gintungreja, Cisumur dan Cinangsi di Kecamatan Gandrungmangu.

Pengiriman bantuan ke sana akan dilakukan menyusul kemudian. Tepatnya pada Senin (24/5/2021) ke Kecamatan Patimuan.

“Senin ke (Kecamatan) Patimuan,” kata dia.

Sementara pengiriman ke Kecamatan Gandrungmangu, baru akan dilakukan pada Selasa (25/5/2021) dan Rabu (26/5/2021). Ini karena pihaknya baru saja menerima surat tersebut hingga pengiriman air bersih baru bisa dilakukan belakangan. Sebelum memutuskan pengiriman air bersih, BPBD Cilacap terlebih dahulu melakukan assesment dan survey lapangan guna mendapatkan data dan kondisi riil di masyarakat.

Dia menambahkan, 3 kecamatan yang sudah mengajukan bantuan ini memang tergolong rawan kekeringan. Seperti Desa Bojong Kecamatan Kawunganten. Saat ini memang masih ada sumber air bersih, namun lokasinya jauh dari perkampungan warga.

“Memang daerah rawan hingga warga meminta bantuan air bersih,” katanya.

Sebelumnya, BMKG Cilacap sudah memprediksi adanya ancaman bencana kekeringan saat kemarau tahun ini. Bahkan bencana ini masih menjadi ancaman serius bagi warga Kabupaten Cilacap. Ancaman ini mempertegas tingginya kerawanan bencana di Kabupaten Cilacap sepanjang tahun.

Terlebih lagi wilayah ini sudah dikenal sebagi supermarket bencana karena semua jenis ancaman ada. Mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran lahan dan hutan, tsunami hingga kekeringan.

“Ancaman kekeringan masih tetap ada,” kata Prakirawan di Stasiun Meteorologi Cilacap, Rendy Kurniawan, Senin (17/5/2021). (*)

  • Bagikan