News  

Dedi Mulyadi Sanjung Lucky Hakim Karena Mengaku Salah

Bupati Indramayu, Lucky Hakim saat memimpin rapat. Lucky Hakim mengaku salah sudah pergi liburan ke Jepang tanpa ada izin dari Kemendagri. (doc/diskominfo indramayu)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyanjung sikap dan pernyataan Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang mengaku salah. Dia melihat, Lucky Hakim sudah bersikap sebagai pemimpin yang baik.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim baru-baru ini menjadi sorotan karena liburan ke Jepang. Hanya saja, liburan ke Jepang ini tanpa izin dari Mendagri dengan persetujuan Gubernur Jawa Barat.

Sebelum berangkat ke Jepang, Lucky Hakim sempat mengikuti salat Idul Fitri di alun-alun Indramayu. Di hari itu juga dia menggelar open house di Pendopo Indramayu dengan menerima banyak tamu. Mulai dari tokoh masyarakat, ketua partai dan warga umum lainnya.

Dan pada 8 April 2025, Lucky Hakim sudah kembali bekerja dan memimpin Apel di alun-alun Indramayu. Setelah itu, Lucky berangkat ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Kementerian Dalam Negeri.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengapresiasi pernyataan Lucky Hakim yang mengaku salah. Dia menilai hal ini harus menjadi sikap dan tindakan bagi pemimpin di Jawa Barat. Hingga tiap melakukan kesalahan, harus mau mengakuinya secara terbuka.

“Buat pak Lucky Hakim, terima kasih telah kembali ke Indonesia, sudah kembali ke Indramayu dan mengikut pemeriksaan di Irjen Kemendagri,” katanya di akun instagram pribadinya.

“Dan yang paling utama adalah Pak Bupati Indramayu sudah mengaku kesalahan secara terbuka. Dan itu sikap yang sangat baik bagi seorang pemimpin,” katanya.

Lucky Hakim usai mengaku salah, tentu harus bisa berbenah diri. Dedi Mulyadi juga meminta agar Bupati Indramayu ini kembali menjalankan tugas sebagai pemimpin. Terlebih, tantangan di wilayah ini sangat berat dan butuh koordinasi dengan semua pihak.

“Indramayu tantangan sangat berat. Infrastruktur masih sangat buruk. Pendidikan harus terus ditingkatkan, layanan birokrasi harus dimaksimalkan,” katanya.

“Pendidikan harus jadi tulang punggung di Indramayu,” tegasnya. (*)