JAKARTA – Dokumen milik Hasto Krisdiyanto, kabarnya bocor dan beredar di masyarakat. Bocoran ini antara lain terkait kasus Formula E yang menyeret Anies Baswedan. Lalu ada kasus Jokowi dan KPK.
Informasi dokumen Hasto yang sampai bocor, akhirnya sampai ke Megawati Sukarno Putri. Dia segera memanggil Connie Rahakundini dan mantan Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto.
Hal ini Connie paparkan di podcast youtube Akbar Faisal Uncensored. Connie mengaku menerima panggilan telepon dan harus segera menghadap Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Di rumah ini juga sudah ada Andi Widjajanto dan berada di ruang dalam.
“Ibu cuma tanya, setahu saya yang punya dokumen copy dari Pak Hasto yang dipercaya, Mas Andi (Widjajanto) dan Connie, siapa diantara kalian yang merilis,” kata Connie menirukan pertanyaan Mega.
Connie menjelaskan, saat ini dokumen titipan Hasto tersebut berada di Rusia. Dan dia sudah 1 bulan terakhir, berada di tanah air. Dan 2 minggu diantaranya, sempat menemani perjalanan Megawati dan Puan Maharani ke beberapa kota.
“Gimana mau akses. Saya hampir 1 bulan pergi meninggalkan Rusia dan perjalan dengan Ibu (Megawati) hampir dua minggu,” katanya.
“Kedua Mas Andi (Widjajanto). (Buat) aku, (Andi) lebih ga mungkin lagi lah (membocorkan),” katanya.
Dia menambahkan, dokumen Hasto Kridiyanto yang bocor tersebut, sudah mendapat perhatian seruis oleh Megawati. Hingga Mega sudah memerintahkan Ronny Talapessy untuk melakukan investasi. Sekaligus mencari tahu jika masih ada orang lain yang punya dokumen Hasto tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice (OJ). Penahanan ini untuk keperluan penyidikan selama 20 hari, mulai dari 20 Februari hingga 11 Maret 2025.
Jauh sebelum penahanan tersebut, Hasto sudah menitipkan dokumen kepada Connie agar tidak bocor ke publik.
Namun Hasto sempat membuka isi dokumen di podcast Akbar Faisal. Yakni kasus Formula E yang menyeret Anies Baswedan. (*)






