JAKARTA – Fenomena gangguan massal pada sepeda motor setelah mengisi bensin Pertalite di Jawa Timur memicu, keprihatinan dan perhatian serius dari DPR RI. Ratusan pengendara di Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, dan Lamongan melaporkan motor mereka mendadak brebet hingga mogok usai mengisi bahan bakar bersubsidi tersebut. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kualitas BBM nasional.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, meminta Pertamina Patra Niaga segera melakukan investigasi menyeluruh dan membuka hasil uji laboratorium secara transparan.
“Fenomena motor brebet ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi persoalan kepercayaan publik terhadap kualitas energi nasional. Pertamina harus menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium secara terbuka dan memastikan tindak lanjut cepat di lapangan,” kata Nurdin.
Nurdin menegaskan bahwa DPR akan mengawal penuh agar Pertamina menangani kasus ini dengan cepat. Dia meminta publik agar tidak mengaitkan fenomena tersebut dengan kebijakan penambahan etanol dalam BBM.
“Kebijakan etanol masih dalam tahap perencanaan jangka panjang untuk mendukung transisi energi hijau. Jadi tidak ada kaitannya dengan kasus motor brebet massal di Jawa Timur,” tegasnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, turut menyoroti insiden massal motor brebet usai pakai bensin pertalite di Jawa Timur. Menurutnya, Pertamina harus menjamin kualitas bensin subsidi yakni Pertalite karena menjadi hak warga seperti di Jawa Timur.
“BBM bersubsidi seperti Pertalite adalah hak rakyat. Pemerintah dan Pertamina wajib memastikan kualitasnya terjaga sampai ke pompa terakhir,” ujar Firnando.
Firnando menekankan pentingnya pengawasan berlapis terhadap BBM bersubsidi, mulai dari logistik, penyimpanan, hingga distribusi. Ia mendesak Pertamina melakukan audit mutu di lapangan serta menegakkan sanksi bagi SPBU yang lalai.
“Kalau pengawasan longgar, masyarakat yang paling dirugikan. Negara tidak boleh abai terhadap hak konsumen yang sudah membayar dengan harga subsidi,” tegasnya.
Paksa Pertamina Turun ke Lapangan
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, juga meminta Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM tetap sesuai standar.
“Kami mencermati laporan masyarakat di sejumlah daerah Jawa Timur dan menilai perlu ada pengecekan kualitas secara menyeluruh. Kepastian kondisi BBM penting agar tidak merugikan masyarakat,” kata Bambang.
Bambang mengapresiasi langkah Pertamina yang sudah mengambil sampel bensin pertalite di sejumlah SPBU di Jawa Timur. Sekaligu memeriksa sample melalui uji laboratorium. Ia meminta pemeriksaan diperluas hingga ke jaringan distribusi serta hasilnya disampaikan secara terbuka kepada publik.
Dia lalu menginstruksikan agar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga dan Direktorat Jen Migas untuk segera turun langsung ke lapangan. Langkah ini untuk memverifikasi kondisi SPBU dan titik distribusi yang bermasalah.
Bambang juga menekankan pentingnya saluran pengaduan yang sederhana dan memudahkan masyarakat. Hingga mereka bisa melaporkan kerusakan kendaraan dan memperoleh informasi penanganannya.
“Menjaga kepercayaan publik sangat penting. Komunikasi yang baik dan penyampaian informasi yang jelas akan membantu menjaga situasi tetap kondusif,” pungkas Bambang. (*)






