JAKARTA – Simon Tahamata, datang untuk memperkuat tim pelatih Timnas Indonesia U-23 di bawah komando Gerald Vanenburg. Kolaborasi keduanya untuk memenuhi target PSSI agar Timans U23 bisa juara di ASEAN Cup U23 yang akan berlangsung di Jakarta.
Kedatangan Tahamata di pemusatan latihan (TC), segera menarik perhatian semua pemain dan fans sepak bola di tanah air. Fans percaya kalau Simon Tahamata akan mampu membawa dampak positif.
TC Timnas sudah mulai sejak 20 Juni dan akan berakhir pada 14 Juli 2025. Pelatih mempersiapkan semua pemain untuk tempur di ajang yang akan mula kick off pada 15 Juli mendatang.
Piala AFF U-23 2025 akan berlangsung di dua stadion utama. Yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Tim pelatih terus memperkuat kesiapan fisik serta mental pemain.
Kematangan Simon Tahamata sebagai pemain maupun pelatih muda, akan memberi dampak besar bagi Timans U23. Tim pelatih berharap bisa mengoptimalkan potensi pemain muda yang masuk ke skuad.
Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan menyebut kalau duet Simon Tahamata dan Gerald Vanenburg memberi dampak besar bagi Timnas U23.
“Sejak awal kita ketahui, dia datang sebagai pemandu bakat. Ini spesialis dari Simon Tahamata,” kata Ropan di kanal youtube miliknya.
“Kolaborasi yang menarik, ketika Gerald Vanenburg memilih Simon Tahamata,” katanya lagi.
Di jajaran pelatih sebenarnya sudah ada Zulkifli Syukur dan Matias Ibo sebagai asisten. Juga ada pelatih kiper dari timnas senior, yakni Sjoerd Woudenberg. Dia ikut turun gunung seperti halnya Simon Tahamata untuk membantu Gerald Vanenburg.
Menurutnya, target juara ASEAN Cup U23 sangat wajar karena Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Ini dengan melihat pengalaman di ajang sebelumnya di Thailand. Timnas mampu menembus final meski berakhir kegagalan usai kalah adu pinalti dari Vietnam.
“2 tahun lalu di Thailand, kita jadi runner up. Kita hanya kalah dari Vietnam dengan adu pinalti,” tegasnya. (*)






