JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berikan warning terkait posisi Pratama Arhan di Timnas Indonesia. Sangat mungkin, Arhan akan keluar sepenuhnya dari pemain yang dipanggil Patrick Kluiver ke Timnas.
Posisi Pratama Arhan di Timnas selalu berada di sisi kiri. Mulai dari level junior, hingga kemudian dia bergabung dengan Timnas senior. Keunggulan paling nampak dari mantan pemain PSIS Semarang ini, yakni lemparan kedalam.
Dia sering memberikan asis bagi pemain dengan jurusnya dan menemukan sasaran. Seperti sejumlah gol di Sea Games dan pertandingan timnas lainnya. Termasuk saat uji coba melawan Argentina meski tidak berbuah gol.
Saat ini, Arhan berlaga di Liga Thailand bersama Bangkok United. Di tim ini, dia sudah 2 kali berperan dalam gol Bangkok United lewat lemparan ke dalam. Dia terus mendapatkan peningkatan meni bermain.
Hanya saja, hal ini tidak memberi jaminan atas posisi Pratama Arhan di Timnas. PSSI bahkan menilai posisi ini masih butuh tambahan amunisi.
Posisi Arhan sebenarnya sudah terampas setelah kedatangan Calvin Verdonk. Pemain NEC Nijmegen di Eredivisie ini, selalu jadi starter tiap kali Timnas berlaga.
Hingga Erick Thohir pun memberikan warning kalau Pratama Arhan sangat mungkin kehilangan posisi di timnas. Menurutnya, Calvin Verdonk butuh pelapis yang setara.
“Kita memang perlu juga ada penebalan left back dan wing back yang bisa menjadi left midfielder untuk mendukung kalau sampai pemain penyerang kekurangan kedalamannya,” terang Erick.
Merujuk persyaratan pemain kiri, pernyataan Erick lebih mengarah pada Calvin Verdonk. Pemain ini sama kuatnya dalam bertahan maupun membantu serangan dari sayap kiri. Terlihat dari gol kedua Timnas Indonesia melawan Arab Saudi.
Calvin yang datang dari belakang, berlari cepat ke garis pertahanan lawan dan memberikan asis kepada Marcelino Ferdinan dan berbuah gol. (*)






