News  

Erix Soekamti Bedah Bisnis Wisata

Erix Soekamti saat bedah bisnis wisata di ajang Ngopi Pinter di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Selasa (31/5/2022). Erix banyak memberikan gambaran terkait bisnis wisata berbasis pedesaan. (haryadi nuryadin/bercahayaneews.com)

CILACAP – Vokalis band Endang Soekamti, Erix Soekamti bedah bisnis wisata di pendopo Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Selasa (31/5/2022). Dia memberikan gambaran pengelolaan sebuah tempat wisata berbasis potensi desa agar bisa bersaing dan menarik pengunjung.

Kehadiran founder Does University itu sekaligus sebagai pemateri dalam ajang Ngopi Pinter yang digelar Forum UMKM Kecamatan Dayeuhluhur.

Erix Soekamti bedah keberhasilan timnya membangun tempat wisata berbasis pedesaan. Salah satunya dengan membangun Tumpeng Menoreh, tempat wisata hasil kolaborasi sejumlah desa.

“Percaya atau tidak, semua ini kami bangun dari nol dan selesai hanya dalam 3 hari,” Erix Soekamti ketika mulai bedah sukses bisnis wisata itu.

Menurutnya, hal pertama yang dilakukan tentu survey lokasi serta pemetaan potensi serta masalah. Kemudian muncul berbagai ide dari tim terkait jenis wisata yang akan dibangun. Tim juga menghitung banyak hal lain seperti market target, plus harga tiket dengan mempertimbangkan fasilitas.

“Ide jangan muluk-muluk. Misal jual tiket harga Rp 100 ribu. Siapa yang mau beli,” katanya.

Dan yang paling penting di tahap awal adalah eksplorasi wilayah untuk melihat potensi terdalam. Dengan pola ini akan terlihat potensi yang terkadang tidak pernah terlihat oleh masyarakat setempat.

Dia lalu mencontohkan saat melakukan penyelaman di Raja Ampat, Maluku. Hasil penyelaman ini kemudian membuat kaget warga setempat.

Menurutnya, ujung dari masalah ini adalah warga hanya menjadi penonton bisnis wisata di sana. Karena para investor justru merupakan orang luar daerah. Warga justru terpancing menjual lahan ke investor.

“Inilah pentingnya edukasi agar kita jadi tahu ada harta karun di halaman rumah kita,” katanya.

Camat Dayeuhluhur, Aji Pramono mengatakan, perlu ada perubahan pola pikir dari masyarakat agar bisa mewujudkan wisata desa di Kecamatan Dayeuhluhur.

Menurutnya, diskusi ini untuk membahas penyiapan wisata desa di Kecamatan Dayeuhluhur setelah pandemi berakhir. Terlebih kecamatan lain sudah nampak gelit geliat kegiatan ekonomi kreatif.

“Kita tidak ingin ketinggalan. Kita ingin bangkitkan pariwisata di Kecamatan Dayeuhluhur,” tegasnya. (*)