Fakta Baru Kasus Bunuh Balita di Wanareja, Pelaku Sempat Nasehati Hingga Siksa Korban

Tampang pelaku yang tega bunuh balita di Wanareja. Pelaku FAS, warga Aceh yang jadi pacar gelap RI, ibu kandung dari korban. Polisi tetapkan FAS dan RI sebagai tersangka. (doc/istimewa)

CILACAP – FAS (22), pria asal Aceh yang bunuh balita di Wanareja, merupakan oknum bank plecit. Dia menjalin hubungan gelap dengan ibu korban, RI (24). Namun tiap kali FAS dan RI bertemu, anak korban, AKA selalu bertingkah dan berubah menjadi rewel.

Lalu datanglah ide, agar FAS membawa AKA keluar rumah untuk berjalan-jalan. Si ibu meminta agar anaknya mendapatkan pelajaran karena selalu rewel tiap kali dia bertemu FAS.

Sontak, FAS menuruti permintaan pacara gelapnya. Dia membawa AKA ke Gunung Cikukun, Kamis (7/8/2025) dengan mengendarai sepeda motor.

Di salah satu lokasi di gunung ini, bank plecit ini mengajak AKA untuk berbicara, layaknya anak dan orang tau. Namun, FAS lebih banyak bicara sesuai dengan kemauannya. Satu kalimat yang bisa diingat, adalah permintaan agar korban lebih nurut kepada RI. Terutama tiap kali dia datang ke rumah RI di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja.

“Jangan bandel lagi,” kata FAS sambil terus melakukan tindak kekerasan pada korban.

Dan tindak kekerasan ini, ternyata ada rekamannya. Tidak jelas siapa yang merekam. Apakah FAS sendiri atau ada orang lain. Namun satu hal yang pasti, anak usia 3 tahun ini berulang kali menangis karena menahan sakit.

Dan tiap kali dia menangis, kekerasan kembali terjadi. Sampai kemudian pelaku melempar korban dan membuatnya terkapar.

Tindak kekerasan bertubi-tubi ini, akhirnya membuat korban tak kuasa lagi. Hingga dia menghembuskan nafas terakhir, dan sempat menjalani perawatan medis di salah satu klinik di Kecamatan Majenang.

Kasus bank plecit bunuh balita di Wanareja ini, lalu viral setelah beredarnya video tindak kekerasan tersebut. Terlebih setelah keluarga melaporkan adanya kejanggalan pada tubuh korban. Polisi bergegas mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Termasuk keterangan dari RI.

Polisi akhirnya menaruh curiga ada karena keteragan RI selalu berubah-ubah. Hingga setelah petugas berhasil menangkap FAS, RI ditetapkan menjadi tersangka. Kedua orang ini punya peran berbeda dalam kasus bank plecit yang bunuh balita di Wanareja tersebut. (*)