News  

Gufroni Akui Ada yang Siapkan Uang Sogokan atas Pelaporan Pagar Laut Tangerang

Gufroni dalam sebuah kesempatan bersama Kapolri, Jendral Sulistyo. Gufroni mengaku ada yang mau beri dia sogokan usai pelaporan pagar laut ke Bareskrim. (doc/instagram @gufronilawyer)

JAKARTA – Ketua Riset dan Advokasi LBHAP PP Muhammadiyah, Gufroni, mengungkapkan bahwa ada pihak yang menyiapkan sejumlah uang sogokan agar ia berhenti membicarakan pagar laut di Tangerang. Pihak tersebut meminta Gufroni menghentikan laporan ke Bareskrim terkait keberadaan pagar laut tersebut.

Gufroni dan sejumlah pihak sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Polri pada Jumat, 17 Januari 2025, setelah somasi terbuka mereka tidak mendapat tanggapan. Somasi tersebut menuntut pertanggungjawaban atas pemagaran laut di pesisir Tangerang.

Setelah pelaporan itu, Gufroni mendapat informasi bahwa seseorang akan menyiapkan uang dalam jumlah besar untuk menghentikan advokasinya. Uang sogokan ini kemungkinan besar sebagai uang tutup mulut atas kasus pagar laut Tangerang.

“Beberapa hari setelah kami mengajukan pengaduan, seseorang yang saya kenal baik menghubungi saya,” ujarnya.

Gufroni menegaskan bahwa ia menolak uang sogokan tersebut bukan karena nominalnya kurang besar, melainkan karena komitmennya dalam mengadvokasi kasus ini.

“Kami didatangi seseorang yang mengaku sebagai utusan PIK 2. Dia tahu banyak hal. Intinya, dia mempertanyakan mengapa saya begitu gigih mengadvokasi kasus ini. Tapi saya tidak memberi kesempatan untuk itu terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Kepala Desa Kohod juga membagikan uang sogokan kepada warga terkait pagar laut. Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 15 juta. Namun, tidak semua warga Desa Kohod menerima uang tersebut. (*)