News  

Gufroni Sentil Teman yang Jadi Kacung Pembela Aguan. Sebut Sebagai Pengkhianat

Gufroni sentil teman-temannya yang jadi kacung dan jadi pembela Aguan. Dia menuding orang-orang ini sebagai pengkhianat. (doc/abrahamsamadspeakup)

JAKARTA – Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH PP Muhammadiyah, Gufroni menyentil teman-temannya yang malah jadi kacung dan membela Aguan. Menurutnya, orang seperti ini merupakan pengkhianat bagi perlawanan nelayan Tangerang. Aguan selama ini sudah dicap sebagai pemilik pagar laut dan sudah mengkapling laut utara Tangerang.

Polemik pagar laut, terus bergulir dan pemerintah pusat masih melakukan berbagai langkah. Saat ini, proses pembongkaran pagar laut masih terus berlangsung. Sementara proses pemeriksaan, mulai berjalan.

KKP sudah memanggil sejumlah pihak untuk memberikan keterangan terkait pemagaran laut. Sementara Bareskrim dan Kejaksaan Agung, juga mengambil langkah pemeriksaan dengan memanggil sejumlah orang.

Selama ini, nelayan Tangerang banyak yang menyuarakan perlawanan atas pemagaran laut oleh Aguan. Alasan utama karena mereka sudah menjadi korban pembangunan PIK 2. Mulai dari pemagaran laut yang membatasi wilayah tangkapan ikan nelayan. Atau merusak lingkungan dan memaksa warga menjual tanah dengan harga murah.

Pada akhirnya, banyak pihak memberikan dukungan atas perlawanan para nelayan tersebut. Dukungan ini datang dari mantan pejabat publik, anggota DPR RI, sampai organisasi massa. Seperti LBH PP Muhammadiyah lewat sosok Gufroni.

Menurut Gufroni, ada saja pihak yang menyebarang dan malah membela kepentingan Agung Sedayu Grup. Tidak terkecuali sejumlah temannya yang kini jadi kacung pembela Aguan.

Dia memang tidak menyebut secara pasti nama temannya secara spesifik. Atau temannya dari profesi pengacara yang jadi pembela Aguan. Perlu diketahui, Gufroni selain ada di LBH Muhammadiyah, juga aktif sebagai pengacara.

“Banyak temen-temen saya yang kemudian berbalik kanan, menjadi pengkhianat, menjadi kacung-kacung Aguan hanya (karena) dapat sepuluh juta, seratus juta,” ujarnya.

Dia lalu meminta agar para nelayan tidak tergoda iming-iming uang untuk berbelok jadi pengkhianat. Justru dia terus mengajak agar nelayan dan masyarakat Banten bersatu dan melawan oligarki.

“Saatnya rakyat Banten tunjukan kekuatan terhadap oligarki, pada penguasa. Bahwa masyarakat Banten tidak diam,” tegas Gufroni. (*)