News  

Gunung Botak Makan Korban, Tiga Penambang Tewas akibat Hirup Zat Kimia Beracun

Penampakan lokasi penambang emas Gunung Botak Buru, Maluku. 3 penambang emas di Gunung Botak meninggal akibat hirup zat kimia beracun. (doc/instagram)

MALUKU – Tiga penambang emas Gunung Botak di Kabupaten Buru, Maluku, tewas saat melakukan aktivitas penambangan manual. Ketiganya diduga meninggal setelah menghirup zat kimia beracun yang tumpah ke dalam lubang galian di lokasi tambang.

Kapolsek Waeapo, Ipda Palti Madelino, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban meninggal ketika sedang menggali emas secara manual di kawasan tambang.

“Kami menduga kematian mereka akibat menghirup zat kimia beracun yang tumpah ke dalam lubang galian,” ujarnya.

Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang menjelaskan, ketiga penambang emas di Gunung Botak terjebak di luband dengan kelamanan 8 meter. Di saat bersamaan, bak rendaman berisi zat kimia berbahaya jebol dan tumpah. Tak ayal, ketiga korban ini menghirup gas dari zat kimia beracun hingga meninggal dunia.

Seorang saksi berhasil menolong La Onyong yang masih berada di pintu lubang. Tetapi dua korban lainnya sudah terlalu dalam sehingga evakuasi sulit dilakukan.

Usai evakuasi, petugas menyerahkan jenazah ketiga penambang emas di Gunung Botak ini kepada keluarga masing-masing. Keluarga lalu memakamkan para korban di pemakaman umum setempat.

AKBP Sulastri menegaskan, para penambang emas di Gunung Botak tetap melakukan penambanbang. Meski pemerintah sudah berulang kali melakukan penertiban.

Ia mengimbau warga menghentikan praktik tambang ilegal karena berbahaya dan merugikan banyak pihak.

“Kami minta warga untuk menghentikan penambangan di sana,” tegasnya. (*)