CILACAP – Keberadaan situs Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap, diusulkan untuk menjadi lokasi pusat penelitan geologi. Karena tempat ini juga merupakan situs geologi meski situs tersebut masih tertutup oleh misteri dan cerita rakyat.
Dari sejumlah penelitan di sana memberikan gambaran tentang asal usul batuan berbentuk balok segi empat, lima dan enam di Gunung Padang Cilacap. Jenis batuan berupa andesit dengan bentuk hexagonal atau persegi enam, menjadi ciri khas batuan yang terbentuk karena proses alam.
Ini merujuk pada ekspedisi oleh ahli geologi dari Unsoed pada 2012 lalu bersama sejumlah awak media dan mahasiswa.
Prediksi ini juga berdasarkan peta geologis regional yang memastikan kalau lokasi situs itu berada daerah patahan. Situs Gunung Padang Cilacap ini berada ditengah-tengah Gunung Cendana dan Bejal Gunung. Patahan itu menjadi jalan keluar inti bumi yang kemudian karena faktor geologi membeku.
Sementara jenis sambungan antar batu, juga merupakan ciri khas batuan andesit. Demikian juga dengan adanya mata air dan aliran sungai di sekitar lokasi.
Kesimpulan awal ini memperkuat laporan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Provinsi Jawa Tengah yang sudah melakukan penelitian pada 14-15 Oktober, 2008 lalu. Tim kemudian memberikan laporan kalau situs itu kemungkinan merupakan hasil proses geologi. Dalam proses tersebut, struktur balok terjadi karena intrusi dari jenis ‘dyke’, yakni magma menerobos celah-celah yang ada.
Ketua Pokdarwis Cendana Asri Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap Masruri menyebut, Gunung Padang Cilacap ini bisa menjadi pusat penelitian.
“Sangat mungkin. Dari 2012, sudah banyak peneliti ke sini,” katanya.
Jika ada kunjungan rutin dari para ahli, akan memberi pengaruh bagi warga setempat. Yakni interaksi orang desa dengan akademisi yang akan akan membentuk pola pikir warga yang lebih sehat. Mereka jadi terbiasa dengan berpikir logis.
“Pola pikir warga akan lebih baik, lebih sehat berkat interaksi dengan para akademisi. Ini bisa jadi modal desa untuk membangun karena standar SDM-nya sudah naik,” tegasnya. (*)






