News  

Harga Sembako Jelang Nataru Diprediksi Naik

Harga sembako jelang Nataru diprediksi akan tetap tinggi. Penyebabnya karena peningkatan permintaan jelang liburan Nataru dan banyak warga menggelar hajatan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Harga sembako jelang Nataru, diprediksi akan naik lagi. Terutama untuk komoditas telur, daging, tepung yang kerap menjadi buruan warga untuk membuat kue saat perayaan Natal. Prediksi serupa juga untuk komoditas sayuran dan bumbu dapur. Khususnya cabai rawit merah atau cabai rawit besar.

Harga cabai rawit merah sempat tembus Rp 100 ribu per kg pekan terakhir November 2023. Namun, kenaikan harga cabai ini sudah terasa dalam dua bulan terakhir.

Dan jelang Nataru, harga sembako maupun bumbu dapur lainnya akan naik. Ini seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat.

Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, biasanya harga sembako akan naik jelang Nataru. Demikian juga saat sehari menjelang pergantian tahun.

“Biasanya pada naik,” kata dia.

Namun dia memprediksi, harga cabai rawit besar cenderung turun. Karena harga sudah sempat tembus puncak yakni Rp 100 ribu per kg.

“Ini sudah puncak. Jadi besok mungkin tidak naik lagi karena kemarin sudah sampai Rp 100, bahkan sempat ada pedagang yang jual Rp 100 ribu lebih,” terangnya.

Kepala Pasar Sidodadi Cilacap, Tugiman mengakui hal serupa. Menurutnya, penyebab harga sembako tetap tinggi jelang Nataru juga karena ada faktor lain. Yakni banyak warga yang menggelar hajatan selama November dan Desember.

“Sekarang masih banyak warga yang menggelar hajatan. Hingga harga cabai, telur, bawan merah dan bawang putih ikut naik,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga jelang seperti sekarang ini masih tergolong wajar.

Meski mengalami kenaikan, dia menjamin stok sembako jelang Nataru tetap aman. Karena sampai saat ini, pasokan masih tetap ada dari sentra penghasil sayuran. Demikian juga dengan pasokan telur dan daging ayam.

“Stok tetap aman,” tegasnya. (*)