News  

Ini Kronologi Korban Tertimbun Longsor di Dalam Rumah Hingga Meninggal

Tim SAR gabungan saat proses pencarian dan evakuasi korban terjebak di dalam rumah yang tertimbun longsor, Selasa (6/2/2024). Kronologi korban sampai meninggal akibat tertimbun berawal dari Senin sore saat hujan deras. (doc)

CILACAP – Kronologi korban meninggal dunia tertimbun rumah yang longsor, bermula dari hujan deras sepanjang sore hingga petang, Senin (5/2/2024). Korban sebenarnya sempat pergi menyelamatkan diri bersama suami dan anaknya.

Casih (43), warga Dusun Garawangi Desa Cijati Kecamatan Cimanggu, menjadi satu-satunya korban tanah longsor. Warga berhasil mengevakuasi jenasahnya pada Selasa (6/2/2024) pagi sekitar pukul 09.00.

Kepala Desa Cijati, Eko Rusdianto menjelaskan kronologi korban tertimbun di dalam rumah yang tertimpa longsor. Secara detial dia menjelaskan rangkaian peristiwa nahas tersebut.

Menilik kronologi warga korban tertimbun longsor di dalam rumah, sebenarnya sudah ada upaya untuk menyelamatkan diri. Bahkan keluarga tersebut sudah mendeteksi ada ancaman bahaya saat hujan deras. Mereka melihat ada pergerakan tanah secara perlahan dan menuju rumah korban.

Sang suami, lalu mengajak seluruh keluarganya untuk pergi ke rumah tetangga terdekat. Upaya ini awalnya mampu menghindarkan mereka dari kejadian tragis.

Namun entah mengapa, Casih tiba-tiba ingin kembali masuk rumah. Sontak sang suami melarang dan sempat terjadi kejadian tarik menarik antara suami dan istri.

“Istrinya ingin kembali ke rumah dan sempat dilarang sama suami. Suami menarik tangan istri agar tidak masuk rumah lagi,” kata Eko.

Namun adegan saling menarik tangan ini seolah menjadi tanda perpisahan. Karena Casih tetap beringsut masuk kembali ke dalam rumah. Dan kejadian berikutnya sangat menyesakan dada siapapun yang melihatnya. Rumah Casih tiba-tiba ambruk akibat dorongan tanah longsor. Casih lalu terjebak di dalam rumah tersebut hingga kemudian meninggal dunia.

“Begitu korban di dalam rumah terjadi tanah longsor dan korban tidak terselamatkan,” katanya.

Menurut Eko, semula warga menduga ada 2 orang yang tertimbun di dalam rumah tersebut. Namun belakangan, mereka menemukan anak korban sudah berada di rumah tetangga.

“Anak kecil ternyata ada di rumah tetangga,” tegasnya. (*)

Editor: haryadi nuryadin