JAKARTA – Laga pembuka grup B Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, berujung kekalahan. Timnas harus mengaku kemenangan tuan rumah Arab Saudi, usai kalah dengan skor 2-3 di Round 4 tersebut.
Hasil tidak mengemberikan bagi fans Timnas Indonesia saat laga pembuka grup B Round 4. Bertanding di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari, Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi di laga pembuka Round 4 dengan skor 2-3.
Kevin Diks sempat membuka asa dan harapan fans Timnas dengan sukses mengeksekusi tendangan pinalti. Sayang, kesalahan Marc Klok saat menyundul bola justru berujung petaka. Bola mengarah ke Saleh Abu Al Shamat dan meneruskannya dengan tendangan keras. Dia sukses membobol gawang Marten Paes hingga skor imbang 1-1.
Beberapa menit kemudian, Arab Saudi membuka keunggulan melalui titik pinalti dan skor pun menjadi 1-2. Wasit memberikan pinalti akibat Yakob Sayuri melakukan pelanggaran di area terlarang.
Sepanjang laga, Arab Saudi kerap menyerang sisi kanan pertahanan Indonesia. Ini menjadi area Yakob Sayuri dan dia harus naik turun dengan cepat untuk bertahan dan menyerang.
Pengamat sepak bola nasional, Harris Pardede menyebut, Yakob Sayuri bukan satu-satunya titik lemah Timnas saat kalah dari Arab Saudi di Round 4.
Beckham Minim Kontribusi
Dia melihat, kontribusi Beckham Putra juga sangat minim dan sering kehilangan bola. Tubuhnya yang mungil membuatnya sering kalah duel badan dengan pemain Arab Saudi yang lebih besar.
“Beckham Putra, starter di pertandingan kali ini cukup mengejutkan. Bagaimana dia tidak banyak melakukan impact selama babak yang pertama, namun kemudian baru diganti di awal babak yang kedua,” kata Harpa di kanal youtube miliknya.
“Kemudian juga kita lihat bagaimana peran dari Marc Klok tadi yang sempat membuat kita dak dikduk,” katanya.
Marc Klok memang 2 kali mencoba membuka peluang meski belum membuahkan hasil. Sayang, perannya di lini tengah belum maksimal. Bahkan dia sering kehilangan bola dan tidak mampu menjadi tandem bagi Joey Pelupessy. Hingga Arab Saudi sangat leluasa menguasai laga.
Hal ini, katanya harus menjadi bahan evaluasi Patrick Kluivert sebelum menghadapi Irak.
” 3 hari adalah waktu yang cepat yang harus dimanfaatkan oleh Patrick Kluivert,” kata dia. (*)






