News  

Jembatan Gantung Masih Jadi Andalan

Jembatan gantung kerap menjadi andalan warga di daerah terpencil. Salah satunya ada di atas Sungai Cijalu Kecamatan Majenang, Cilacap. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Konstruksi jembatan gantung di sejumlah lokasi, masih jadi andalah warga untuk bisa menyeberangi sungai. Terutama untuk menghubungkan 2 lokasi di daerah terpencil yang terpisahkan oleh aliran sungai.

Jembatan gantung merupakan salah satu bentuk konstruksi yang menggunakan kabel sebagai penopang. Tali ini mengikat 2 tiang dengan tegangan tertentu dan menjadi tumpuan bagian samping jembatan.

Konstruksi seperti ini nampak lebih praktis karena tidak memerlukan lantai jembatan yang permanen. Namun bisa menggunakan kayu sebagai gantinya. Selain itu, bisa dilalui warga atau kendaraan roda 2 yang lebih mudah ditemukan di daerah pinggiran dari pada roda 4.

Salah satu jembatan gantung yang masih jadi andalan di daerah terpencil, ada di atas aliran Sungai Cijalu. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Sepatnunggal dan Cibeunying di Kecamatan Majenang, Cilacap.

Sarana ini menjadi penghubung kedua desa tersebut dan banyak dimanfaatkan para petani. Sebagian petani dari Desa Sepatnunggal memang memanfaatkan lahan Perhutani yang masuk wilayah Desa Cibeunying.

“Warga memanfaatkan lahan Perhutani untuk pertanian,” kata Sugito, salah satu warga Sepatnunggal.

Jembatan serupa juga ada di Desa Cibeunying dan tetap berada di atas Sungai Cijalu. Namun jembatan ini menghubungkan Cibeunying dengan Bener.

“Ada 1 lagi, di (Desa) Cibeunying,” katanya.

Sekretaris Desa Sepatnunggal, Eri Sulistiantoro mengatakan kalau bangunan ini ternyata bukan milik kedua desa. Justru Perhutani, perusahaan milik pemerintah pusat ini yang membangun jembatan gantung hingga jadi andalan warga.

“Katanya memang dibangun Perhutani,” kata dia.

Di lokasi lain, ada jembatan serupa yang menjadi penghubung Kecamatan Cimanggu dan Cipari, Cilacap. Namun sekarang jembatan sudah lebih permanen setelah pemerintah turun tangan dan mengganti dengan yang baru. Pergantian karena jembatan gantung ini sudah lama dan banyak mengalami kerusakan hingga kerap menyulitkan warga 2 kecamatan tersebut. (*)