News  

Harga Cabai Naik Drastis

Harga cabai semua jenis naik drastis sejak Mei hingga memasuki Juni 2022. Kenaikan ini tergolong drastis dan jauh dari harga normal. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Harga bumbu dapur berupa cabai, naik drastis alias meroket. Kenaikan harga ini terjadi pada semua jenis cabai. Mulai cabai merah besar, cabai hijau, cabai rawit hingga rawit merah.

Memasuki 10 hari ke dua di Juni 2022, harga cabai terus meroket dan tergolong jauh dari harga normal.

Sebut saja harga cabai merah biasa yang sudah mencapai Rp 50 ribu per kg. Sementara cabai merah keriting sudah tembus sampai Rp 60 ribu per kg. Harga ini naik Rp 10 ribu dibandingkan pekan lalu.

Demikian juga dengan harga cabai rawit merah naik drastis dari Rp 50 ribu menjadi Rp 80 ribu. Untuk cabai hijau besar naik dari Rp 20 ribu hingga menjadi Rp 28 ribu per kg.

Suciwati, salah satu pedagang sayur di Pasar Majenang mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak akhir Mei 2022. Hingga memasuki Juni 2022, harga cabai terus meroket.

“Harga segitu termasuk sangat tinggi,” kata dia, Sabtu (11/6/2022).

Dia memperkirakan, kenaikan ini karena ada gangguan produksi di sentra penghasil cabai. Ini terjadi karena pengaruh cuaca. Yakni kemarau basah yang kerap berujung hujan turun pada siang hari. Air hujan ini merusak bunga cabai atau membuat tanaman menjadi busuk.

“Sekarang musimnya seperti ini. Mungkin banyak yang gagal panen,” katanya.

Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, harga cabai berbagai jenis memang naik drastis dan terus meroket dari Mei 2022. Ini dengan melihat grafik kenaikan dari hasil pendataan harga sembako di Pasar Majenang.

“Pendataan kita lakukan tiap pekan. Tiap pendataan ini harga cabai naik terus,” katanya.

Selain cabai, komoditas telur, bawang merah dan daging ayam juga mengalami kenaikan. Namun dia tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan bawang merah. Sementara kenaikan telur dan daging ayam kemungkinan karena pengaruh hal lain.

“Biasanya kalau mau ada penyaluran bantuan sembako, harga telur dan daging malah naik,” tegasnya. (*)