News  

Jimly Asshiddiqie: Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri di Mabes Polri

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie usai pelantikan. Dia memastikan komisi akan segera menggelar rapat. (doc/setneg)

JAKARTA – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie memastikan, komisi ini akan segera bekerja secepatnya. Setelah pelantikan, seluruh anggota komisi akan segera bekerja untuk menggali berbagai masalah di tubuh Polri.

Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (07/11/2025). Pembentukan dan pelantikan komisi ini menjadi perhatian masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Ini semau terjadi karena rentetan peristiwa yang mencoreng Korps Kepolisian.

Jimly Asshiddiqie menyebut, komisi akan Tmenggelar rapat perdana pada Senin, 10 November 2025, di Mabes Polri. Rapat ini untuk merancang arah kerja dan mendengarkan langsung berbagai masukan dari internal kepolisian.

“Senin besok, pertemuan pertama kami insya allah di Mabes Polri,” ujar Jimly.

Menurut Jimly Asshiddiqie, komisi akan memanfaatkan rapat awal ini untuk memahami persoalan yang tengah di tubuh Polri. Komisi akan mendengar keterangan para perwira aktif di lapangan.

“Kami ingin mendengar langsung dari internal. Terutama dari perwira yang sedang menghadapi problematika di institusi,” jelasnya.

Proses pendekatan ini penting agar langkah reformasi kepolisian akan objektif dan realistis. Termasuk membandingkan suara perwira aktif dengan pendapat anggota komisi, terutama mantan Kapolri. Karena sosok ini paham betul dengan culture internal.

“Meski banyak anggota tim ini merupakan mantan Kapolri, kami tetap perlu masukan langsung dari dalam,” tambah Jimly.

Jimly juga menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi bagian dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.

“Pak Kapolri sendiri ikut di dalam tim ini,” tegasnya. (*)