JAKARTA – Rencana Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi Polri, bisa dengan cepat rampung karena poin masalahnya sudah jelas. Hingga kerja tim bisa selesai dalam 1 atau 2 bulan saja.
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD menilai kerja badan ad hoc tersebut tidak akan lama. Karena dia melihat sumber masalah guna me reformasi Polri sudah terlihat. Mahfud sendiri mengaku sudah teridentifikasi sumber masalah di tubuh polri.
“Paling 2 bulan, 1 bulan. Saya yakin selesai karena masalahnya sudah jelas,” katanya di kanal youtube miliknya.
Dia merinci, substansi reformasi Polri meliputi 3 hal. Masing-masing adalah regulasi, struktur dan kultur. Dari ketiga hal ini, hanya kultur yang memang harus benar-benar dirubah.
“Isinya, aturannya sudah ada dan bagus semua. Struktur di Polri juga sudah ada,” katanya.
“Yang tidak ada itu kultur untuk mengabdi. Tidak ada meritokrasi karena kultur yang buruk,” katanya.
Dia mencontohkan kebiasaan calon perwira yang harus mendekati pemegang jabatan tertentu untuk bisa naik pangkat. Demikian juga untuk bisa mendapatkan jabatan tertentu. Hal ini kemudian membuat Polri sulit mendapatkan pemimpin yang terbaik karena tidak ada sistim meritokrasi.
Mahfud MD sendiri disebut-sebut akan masuk dalam Tim Transformasi Reformasi Polri. Dia menyebut sudah siap untuk membantu tim tersebut. Meski begitu, membantu belum berarti ada di dalam tim atau memegang kendali tim tersebut.
“Membantu kan bisa dalam bentuk memberi bahan. Saat di Polhukam saya sudah buat bahan,” tegasnya. (*)






