Megawati Tiba-tiba Menangis Saat Kongres PDIP di Bali

Tangkapan layar dari story instagram memperlihatkan pertemuan Megawati dan Hasto di Kongres PDIP, Sabtu (2/8/2025). Megawati menangis haru saat Hasto naik ke panggung tempatnya memimpin Kongres PDIP. (doc/instagram)

DENPASAR – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri tiba-tiba saja menangis saat Kongres VI yang berlangsung di Denpasar, Sabtu (2/8/2025). Dia nampak tidak mampu menutupi rasa sedih karena teringat nasib salah satu kader terbaik partai itu. Tangis Megawati pecah ketika Hasto naik ke panggung dan menemui Ketua Umum PDIP saat kongres berlangsung.

Hasto sebelumnya dikabarkan akan datang ke kongres tersebut. Namun begitu, DPP PDIP belum bisa memastikannya. Baru sampai siang hari, kabar kedatangan Hasto Kristiyanto beredar di kalangan peserta.

Dan kabar ini menjadi kenyataan. Saat Megawati tengah duduk di panggung Kongres VI PDIP, Hasto tiba-tiba menghampirinya. Keduanya bersalaman dan Hasto langsung sungkem kepada Ketua Umum.

Megawati tidak bisa menahan emosi dan nampak menangis haru, meski dia tengah memimpin Kongres PDIP. Juga terlihat sikapnya yang seolah menyambut kedatangan anak yang sudah lama pergi merantau.

Momen Megawati menangis saat Kongres VI PDIP ini, langsung beredar luas di media sosial. Bahkan, pengurus DPP PDIP ikut membagikan momen tersebut.

Guntur Romli, salah satu politis PDIP memposting momen Megawati menangis saat Kongres berlangsung. Postingan di story instagram ini memperlihatkan detik demi detik saat Hasto naik ke panggung dan bertemu dengan Megawati. Setelah itu, Hasto turun dari panggung dan duduk berdampingan dengan Puan Maharani di barisan depan.

Kongres PDIP VI di Denpasar memutuskan, Megawati kembali menjadi sebagai Ketua Umum PDIP untuk periode 2025–2030. Salah satu instruksinya usai terpilih yakni agar hasil rumusan tidak hanya menjadi arsip kertas. Ia menuntut agar program dan sikap politik partai benar-benar diimplementasikan semu kader.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut, sangat mungkin Hasto hadir di Kongres PDIP. Dia juga berharap agar Hasto benar-benar datang ke Denpasar.

“Harapannya, kehadiran beliau menjadi simbol bahwa kejahatan pasti kalah melawan kebenaran,” tegasnya. (*)