JAKARTA – Gus Yahya menemui Nahdliyin di Jerman dan secara langsung mengingatkan mereka untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan global yang sangat cepat. Gus Yahya menyampaikan hal ini saat berdialog dengan puluhan warga NU di kantor PCINU Jerman, Berlin, pada Ahad (6/7/2025).
Gus Yahya menyampaikan bahwa NU harus menjalankan transformasi jam’iyah sebagai strategi agar tetap bertahan dan relevan sepanjang zaman. Ia juga mendorong PCINU Jerman agar aktif memperjuangkan misi peradaban NU di level internasional. Gus Yahya memaparkan keberhasilan PBNU dalam menyelenggarakan forum R20 dan Muktamar Internasional Fiqih Peradaban, serta menjelaskan pentingnya mengampanyekan gagasan Humanitarian Islam sebagai gerakan global.
Gerakan PCINU Jerman
Ketika menemui Nahdliyin di Jerman, Gus Yahya turut menyoroti dinamika dunia Islam dalam konteks global. meminta umat Islam, terutama warga NU, agar mampu menjawab tantangan zaman. mengajak mereka untuk tidak hanya menjalankan syariat, tetapi mengamalkan konsensus sosial-politik seperti UUD 1945, Piagam PBB, dan Deklarasi Universal HAM yang mengikat secara nasional dan internasional.
Dalam pertemuan saat menemui Nahdliyin di Jerman, Ketua PCINU Jerman, Miftah El Azmi, menjelaskan sejarah pendirian cabang, struktur kepengurusan, berbagai program kerja yang telah mereka laksanakan di bidang keilmuan, sosial, dan keagamaan. Ia juga memaparkan lima program prioritas PCINU 2025–2027, termasuk pendirian NU Center untuk memperkuat dakwah Islam moderat di Eropa.
Menyebut PCINU aktif mengenalkan karya ulama Nusantara kepada komunitas Muslim Eropa dan memperkuat posisi Islam Nusantara yang ramah dan moderat.Dalam kesempatan temui Nahdliyin di Jerman, Habib Husein menegaskan bahwa pemerintah Jerman telah mengakui PCINU Jerman sebagai organisasi berbadan hukum sejak tahun 2020. Ia menegaskan komitmen mereka dalam memajukan peran strategis PCINU secara kelembagaan.
KH Syaeful Fatah, Rais Syuriyah PCINU Jerman, menyampaikan rasa terima kasih saat menemui Nahdliyin di Jerman bersama Gus Yahya. Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena Gus Yahya bersedia hadir dan menyapa langsung warga NU meskipun jadwalnya padat.
Selain menemui Nahdliyin di Jerman, Gus Yahya juga bertemu dengan tokoh-tokoh penting seperti Thomas Rachel, Elmar Brok, dan Christian Kremer. Dalam pertemuan itu, Gus Yahya menyuarakan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif sebagai representasi NU di tingkat global.
Gus Yahya menunjukkan komitmennya memperkuat jejaring internasional NU dan memperluas pengaruh NU dalam percakapan global tentang Islam berkeadaban. Gus Yahya didampingi Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni dan Penasihat Khusus Urusan Internasional H Muhammad Kholil.






