Pedagang Merugi Karena Banjir

  • Bagikan
Seorang pedagang Pasar Karanggendot membersihkan dagangan yang tersisa pasca banjir, Kamis (28/10/2021). Ada 300 kios terdampak banjir dan mayoritas pedagang merugi karena kios dan barang dagangan lenyap tersapu banjir pada Rabu (27/10/2021). (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sejumlah pedagang Pasar Karanggendot Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap merugi karena banjir pada Rabu (27/10/2021) malam. Kerugian karena kios rusak terkena terjangan air limpasan Sungai Cigeugeumeuh.

Seperti yang terjadi pada Siti Sulastri (40). Salah satu pedagang ini merugi karena kiosnya terkena terjangan banjir. Air ini mengalir sangat kencang dan menerjang kios miliknya yang berdampingan dengan sungai pembatas Kecamatan Majenang dan Wanareja itu.

“Air masuk deras sekali. Semua barang yang di bawah rusak atau hilang,” ujarnya, Kamis (28/10/2021).

Dia mengatakan, ratusan barang seperti kecap, sabun dan barang kelontong lainnya lenyap terbawa banjir. Hingga dia mengalami kerugian besar. Lebih menyedihkan lagi karena barang-barang tersebut baru saja dia terima pada Selasa (26/10/2021).

“Barang baru datang Selasa sore. Sekarang hilang semua. Hanya sedikit yang masih utuh,” ujar dia dengan mata memerah menahan sedih.

Kapolres Cilacap, AKPB Eko Widiantoro mengatakan, ada 300 kios terdampak banjir pada Rabu malam tersebut.

“Hasil pengecekan kita hari ini (Kamis), ada 300 kios terdampak,” katanya usai melakukan peninjauan ke lokasi bencana.

Kapolres menambahkan, banjir ini bersamaan dengan tanah longsor dan terjadi di 2 kecamatan yakni Majenang dan Wanareja. Lokasi tanah longsor berada di daerah perbukitan.

Seperti di Dusun Ciherang Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Di sana 1 rumah longsor dan mengancam 4 rumah lainnya. Demikian juga dengan tanah longsor di Desa Salebu Kecamatan Majenang.

“Ada beberapa rumah terdampak longsor karena kontur tanah,” katanya.

Dia meminta agar perangkat desa di wilayah rawan selalu mengingatkan warga untuk tetap siaga. Ini karena sekarang sudah mulai masuk musim penghujan.

“Minimal persiapkan diri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk segera mengungsi atau menyelamatkan diri. Supaya tidak ada koban jiwa,” tegasnya. (*)

  • Bagikan