CILACAP – Petugas penyidik masih dalami pengakuan perampok dan korban yang jauh berbeda terkait kerugian material. Berdasakan pengakuan perampok, mereka mengambil uang sekitar Rp 30 juta. Berbeda dari pengakuan korban yang mengaku merugi Rp 100 juta.
Sejak awal kejadian pada 27 Maret 2023, korban yakni Nasirun mengaku merugi Rp 100 juta. Uang ini berada di kresek warna hitam dan diambil paksa oleh kawanan perampok. Selain mengambil uang, perampok juga mengambil hp dan DVR CCTV yang ada di toko kelontong sekaligus agen BRI Link tersebut.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami perbedaan angka kerugian akibat perampokan tersebut. Karena pengakuan perampok dan korban ada perbedaan dalam hal jumlah uang.
“Untuk kerugian korban masih kita dalami,” katanya.
Dia memperkirakan, pasca kejadian terjadi salah penghitungan kerugian korban. Karena saat itu, korban masih merasakan sakit akibat tertembak di bagian kaki. Hingga korban kemungkinan besar masih dalam kondisi panik. Demikian juga dengan keluarga korban yang masih merasakan trauma akibat kejadian tersebut.
“Kemungkinan karena korban masih panik,” tambah Kapolresta.
Petugas lalu mengkonfirmasi kerugian korban kepada para pelaku. Para pelaku ini mengaku hanya mengambil sekitar Rp 30 juta dan sudah mereka bagi.
“Saat kita konfirmasi kepada tersangka sejumlah 30 juta,” katanya.
Untuk itu, petugas akan terus mendalami kasus dan kerugian tersebut. Dengan demikian petugas nantinya akan mendapatkan angka pasti yakni kerugian material berupa uang.
“Nanti akan kita kembangkan dulu agar lebih jelas,” tegasnya.
Sebelumnya, kawanan rampok dengan bersenjata api atau bersenpi beraksi di siang bolong, Senin (27/3/2023). Perampok ini mengasak uang dan sejumlah barang di Agen BRI Link di Desa Kaliwungu RT 05 RW 05 Kecamatan Kedungreja, Cilacap. Korban yakni Nasirun (45). (*)






