News  

Pengibaran Bendera One Piece Sama Dengan Makar

Fenomena Pengibaran Bendera One Piece belakangan ini memicu kontroversi di tengah masyarakat.(doc/instagram)

JAKARTA – Masyarakat tiba-tiba menyoroti pengibaran bendera One Piece yang berasal dari dunia fiksi namun mendadak muncul di ruang publik.

Sejumlah penggemar mengibarkan bendera bergambar tengkorak dan topi jerami khas karakter Monkey D. Luffy dalam pengibaran bendera One Piece yang makin marak akhir-akhir ini.

Komunitas penggemar dan sopir truk secara aktif menyebarkan bendera One Piece di berbagai titik jelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Mereka menjadikan bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi bebas untuk menyambut momen nasional dengan cara yang unik dan simbolik.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menolak tuduhan bahwa bendera One Piece menjelang Hari Kemerdekaan RI termasuk tindakan makar.

Andreas menegaskan bahwa masyarakat menggunakan bendera One Piece untuk menyampaikan ekspresi terhadap kondisi sosial-politik yang sedang berlangsung.

Ia menganggap terlalu berlebihan jika pihak tertentu menyebut bendera One Piece sebagai bentuk makar semata.

Andreas juga mendesak pemerintah agar menyikapi pengibaran bendera One Piece dengan bijak, bukan dengan pendekatan represif.

Ia memandang bendera One Piece sebagai bentuk kritik simbolik dari masyarakat yang ingin menyuarakan keresahan terhadap sistem kekuasaan.

Melalui pernyataannya, Andreas mengajak pemerintah menjadikan bendera One Piece sebagai momentum untuk introspeksi terhadap dinamika politik yang ada.

Namun sebaliknya, anggota DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, menganggap bahwa bendera One Piece bisa mengarah pada tindakan subversif.

Firman menilai bahwa sebagian masyarakat menggunakan bendera One Piece tanpa memahami nilai-nilai ideologi negara dan menganggapnya sebagai provokasi.

Ia pun meminta aparat menindak tegas pelaku pengibaran bendera One Piece jika terbukti melanggar norma dan mengarah ke tindakan makar.

Dalam dunia fiksi, Jolly Roger menjadi lambang perlawanan terhadap tirani, namun kini masyarakat Indonesia menjadikan Bendera One Piece sebagai simbol kritik terhadap kondisi pemerintahan. (*)