Perbaikan Tanggul Jebol Bersifat Sementara

  • Bagikan
Perbaikan tanggul jebol di Sungai Citanduy masih bersifat darurat. Rencananya, perbaikan permanen baru akan dilakukan pada 2022. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Perbaikan tanggul jebol di Sungai Citanduy yang mengancam warga Desa Purwasari Kecamatan Wanareja, Cilacap, masih bersifat sementara atau darurat. Caranya dengan menutup tanggul jebol menggunakan material tanah dan terbungkus karung.

Lokasi tanggul jebol ini berada di Desa Purwasari Kecamatan Wanareja dengan panjang 18 meter. Saat ini, lebar tanggul tersisa tinggal 4 meter saja. Sementara sebelum jebol, lebar tanggul adalah 10 meter hingga mengancam banjir besar.

Air limpasan sungai pembatas Jawa Tengah dan Jawa Barat ini, akan dengan mudah meluap ke wilayah sekitar. Termasuk Kecamatan Cipari, Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari dan Kawunganten. Demikian juga dengan wilayah sekitar Desa Purwasari Kecamatan Wanareja.

Setidaknya 7 ribu jiwa warga Desa Purwasari yang akan terdampak banjir. Sementara jumlah warga di wilayah terdampak lainnya belum terhitung.

Kepala Desa Purwasari, Akhmad Yunal mengatakan, perbaikan sudah berlangsung 3 hari. Ada alat berat dari BBWS Citanduy dan turun ke lokasi untuk perbaikan tanggul jebol.

“Ada alat berat dari BBWS (Citanduy). Perbaikan sudah 3 hari ini,” katanya, Jumat (12/11/2021).

Yunal menambahkan, perbaikan tanggul jebol ini masih bersifat sementar dengan memanfaatkan batu bulat. Tumpukan batu yang tertanam di bibir sungai bisa menghindari kerusakan lebih parah lagi. Apalagi, debit air sungai ini sangat deras selama musim penghujan.

Perbaikan tanggul jebol menggunakan batu bulat kemudian ada revisi setelah tim tekhnis dari Kementerian PUPR turun ke lokasi.

“Mereka minta penguatan tanggul pakai tanah. Bukan pakai batu karena ini kan masih sementara. Rencananya tahun depan akan ada perbaikan permanen,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika penutupan tanggul menggunakan batu bulat akan mempersulit penanganan permanen yang akan menggunakan sistim pancang.

“Kalau sudah pakai batu, pancang akan sulit terpasang,” katanya.

Meski bersifat darurat, perbaikan ini tetap mempertimbangkan kekuatan tanggul sungai. Biasanya tanah dimasukan kantung plastik biasa. Namun tim dari Kementerian PUPR merekomendasikan agar menggunakan kantong plastik khusus.

“Ini pakai kantong khusus. Biar tetap kuat,” tegasnya. (*)

  • Bagikan