Sport  

Periksa Peluang Indonesia Menang Atas Bahrain Usai Ragnar Bebas Sanksi

Ragnar Oratmangoen berselebrasi dengan Marselino Ferdinan di laga lawan Arab Saudi. Keberadaan Ragnar Oratmangoen yang baru bebas dari larangan bermain, membuka peluang Indonesia untuk menang atas Bahrain. (doc/instagram @0ratmangoen)

JAKARTA – Peluang Timnas Indonesia menang atas Bahrain, kini terbuka lebar. Timnas mendapatkan amunisi tambahan di lini depan setelah Ragnar Oratmangoen bebas dari larangan bermain.

Ragnar harus absen saat laga Timnas melawan Australia akibat akumulasi kartu kuning. Dia mendapatkan kartu kuning saat laga melawan Arab Saudi.

Namun, sanksi Ragnar Oratmangoen sudah berakhir dan kini bisa bermain pada laga melawan Bahrain pada Kamis (25/3/2025). Keberadaan Ragnar di lini depan, bisa membuka peluang Timnas Indonesia menang atas Bahrain.

Dia bisa beroperasi di sisi kiri dengan Ole Romeny di depan sendirian sebagai lone striker. Sementara di sisi kanan, Patrick Kluivert bisa memilih Elliano Reijnder atau lainnya.

Pengamat sepak bola tanah air, Rony Pangemanan menilai, Ragnar akan mendapat hadangan dari bek Bahrain, yakni Hamad Al Shamsan. Namun belakangan ada kabar, Shamsan belum pulih dari cidera yang dia dapatkan saat melawan Jepang.

Di luar itu, Bahrain sangat minim perubahan dari laga lawan Jepang. Ataupun saat menahan imbang Timnas Indonesia. Minim perubahan ini, menambah peluang Indonesia menang atas Bahrain.

“Bahrain minim perubahan dari laga lawan Jepang. Sementara kita ada tambahan pemain baru,” kata Rony di kanal youtube pribadinya.

“Kita beruntung dengan kedatangan Ragnar Oratmangoen,” katanya lagi.

Tidak adanya Hamad Al Shamsan di posisi fullback kanan, akan membuat pergerakan Ragnar Oratmangoen lebih leluasa.

Terlebih lagi, pelatih akan menerapkan strategi berbeda dengan lebih sabar menunggu. Saat ada kesempatan, barulah pemain melakukan serangan balik yang cepat. Hal ini memperbesar peluang Timnas Indonesia menang atas Bahrain.

Hanya saja, Rony Pangemanan melihat Bahrain sangat kuat di lini belakang. Para pemain sangat rapi ketika melawan Jepang dan memaksa babak pertama berakhir tanpa gol.

“Mereka sangat rapi bermain dengan Jepang. Hingga mampu menahan tanpa gol babak pertama sebelum Jepang mendapatkan gol di babak kedua,” terangnya.

“Jepang dibuat bekerja keras karena rapatnya lini belakang,” tegasnya. (*)