News  

Pertamina Perketat Distribusi LPG Demi Pemerataan Pasokan

Pertamina salurkan LPG secara langsung untuk warga terdampak bencana di Sumatera. Pertamina membuat kebijakan ini hanya sehari dan kembali ke pola reguler yakni pembelian LPG di pangkalan resmi. (doc/pertamina)

TAPANULI – Pertamina Retail Sibolga memperketat distribusi LPG di lokasi bencana di Sumatera. Targetnya agar memastikan penyaluran merata selama masa pemulihan pascabencana, khususnya di Tapanuli Tengah. Sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kilogram sudah tersalurkan secara langsung kepada warga Kecamatan Pandan.

Perwakilan Pertamina Retail Sibolga, Ridwan Soleh Siregar menyatakan, distribusi LPG secara langsung bagi warga Sumatera, untuk mempercepat penyaluran. Ini karena akses transportasi warga masih tertutup lumpur sisa banjir longsor. Model penyaluran ini berlangsung satu hari sebelum mekanisme kembali mengikuti pola reguler melalui pangkalan resmi.

“Distribusi langsung hari ini adalah yang terakhir. Selanjutnya kami kembali pada mekanisme distribusi melalui pangkalan di seluruh wilayah sesuai penjadwalan. Ini penting untuk memastikan suplai berjalan tertib dan merata, terutama saat jalan-jalan utama belum sepenuhnya pulih,” tambah Ridwan.

Ridwan menjelaskan, pengembalian ke pola distribusi normal sangat penting untuk menjaga ketertiban suplai. Terlebih ketika jalur utama belum sepenuhnya pulih. Pertamina juga memastikan harga LPG 3 kilogram tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp19.000 di wilayah Pandan.

Untuk menjaga pemerataan, Pertamina menerapkan penandaan tinta pada jari pembeli agar tidak terjadi pembelian berulang. Langkah ini merupakan upaya keadilan distribusi, bukan pembatasan pembelian LPG bagi warga di Sumatera yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh LPG. Sistem tinta digunakan agar tidak ada pembelian dua kali. Ini bukan pembatasan, tetapi upaya keadilan distribusi, terutama ketika beberapa armada kami masih terhambat kemacetan karena kondisi jalan yang belum pulih sepenuhnya,” jelas Ridwan.

Proses distribusi LPG menjadi bentuk bekerja sama antara Pertamina Retail Sibolga, Pemerintah Tapanuli Tengah, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan. Tiap unsur memperketat pengamanan tingginya kebutuhan akan LPG. Termasuk warga yang tinggal di pos pengungsian atau baru kembali ke rumah. (*)