JAKARTA – Para pundit sepak bola di Tanah Air, ramai-ramai salahkan Patrick Kluivert yang berujung kekalahan Timnas Indonesia saat melakoni laga pertama Round 4. Timnas harus kalah 2-3 dari Arab Saudi yang menjadi tuan rumah grup B Round 4.
Hasil tidak mengemberikan bagi fans Timnas Indonesia saat laga pembuka grup B Round 4. Bertanding di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari, Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3.
Timnas sempat unggul di babak pertama usai gol Kevin Diks dari titik putih. Namun keunggulan ini tidak bertahan lama setelah Arab Saudi mencetak 2 gol.
Di babak kedua, kedua tim melesakan 1 gol hingga hasil akhir 2-3 untuk Green Falcons. Alhasil, kans Timnas Indonesia kian tipis untuk lolos ke Piala Dunia.
Pundit di Tanah Air lalu merujak dan salahkan Patrick Kluivert karena pemilihan pemain. Termasuk memilih Beckham Putra yang masih sangat minim jam terbang di laga internasional. Sementara pemain lain yang punya pengalaman, justru menjadi cadangan.
“Kemarin itu bukan soal kita kalah aja, tapi how we lost,” ujar Haris Pardede di kanal youtube miliknya.
“Tahun lalu, STY mengeluarkan lineup yang cukup aneh. Tapi ini lebih aneh lagi
Dia menyoroti Nathan Tjoe-A-On yang tidak masuk DSP. Atau menempatkan Marc Klock di tengah bersama Joey Pelupessy. Demikian juga dengan Yakob Sayuri yang kurang maksimal tapi tetap dipertahankan sampai menit ke 85. Marc Klock dan Yakob Sayuri menjadi titik lemah Timnas Indonesia. Kedua pemain ini kerap melakukan kesalahan atau kehilangan bola.
“Kok aneh aja,” katanya.
Pilihan Pemain
Pundit lainnya, Justinus Lhaksana juga salahkan Patrick Kluivert. Dia tidak segan memberikan kritik tajam secara terbuka.
“Sangat mengecewakan dari sisi hasil dan sisi permainan,” katanya.
Dia juga menyoroti pilihan pemain di laga tersebut. Salah satunya meminggirkan Nathan Tjoe-A-On. Menurutnya, hal ini ga masuk akal karena Nathan kerap menjadi starter di klubnya. Dia justru kalah oleh Marc Klock yang bermain di Persib di Super League Indonesia.
“Divisi 2 Belanda sama Super League. Kalau gue lebih milih Divisi 2 Belanda,” katanya.
Juga dengan Thom Haye yang telat dimasukan. Ini mengulang laga saat melawan China, dimana STY tidak memainkan Thom Haye dan berujung kekalahan.
Dan saat Thom Haye masuk bersama Ole Romeny, permainan bisa lebih baik. Thom yang mampu memegang bola, bisa membuat serangan Timnas lebih hidup.
“Ini blunder Kluivert. Harusnya setelah 6 pertandingan, dia tahu kualitas pemainnya,” katanya. (*)






