Sport  

Ronde 4 Terancam Gagal di Arab Saudi dan Qatar. AFC Harus Bertindak

Pengamat sepak bola, Haris Pardede menyebut gelaran Ronde 4 di Arab Saudi dan Qatar terancam gagal. Penyebabnya karena konflik di Timur Tengah kian tidak menentu. (doc/youtube)

JAKARTA – Perang Israel dan Iran, membuat rencana AFC menggelar Ronde 4 di Arab Saudi dan Qatar, kian mustahil terwujud dan terancam gagal. Ini setelah Iran mengancam akan menyerang pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat sudah menyerang 3 fasilitas nuklir Iran dan membuat marah pemimpin negara tersebut. Iran memastikan akan menyerang pangkalan milik Amerika Serikat. Pangkalan ini tersebar di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain dan Qatar.

Rencana Iran tersebut membuat konflik di Timur Tengah kian tidak menentu. Sekaligus pelaksanaan Ronde 4 di Arab Saudi dan Qatar terancam gagal.

Pengamat sepak bola tanah air, Haris Pardede menyebut, mustahil menggelar Ronde 4 di2 negara tersebut. Dengan begitu, rencana Ronde 4 di Arab Saudi dan Qatar terancam gagal terwujud karena alasan keamanan.

Dia beralasan, konflik di sana sangat mengamcan jiwa. Salah satunya adalah adanya serpihan misil yang jatuh di pusat kota Doha, Qatar.

Lalu, kacaunya jalur penerbangan dari dan menuju Qatar. Sejumlah airlines memutuskan merubah rute penerbangan, guna menghindari daerah konflik.

“Kian mendekati mustahil kalau Ronde 4 tetap digelar di Arab Saudi dan Qatar,” katanya.

“Gua rasa, AFC benar-benar harus cepat mengambil keputusan, harus segera membuat kontigensi plan yang clear,” terangnya.

Menurutnya, konflik ini membuat rencana AFC menggelar Ronde 4 di Qatar menjadi terancam dan gagal terwujud. Ini terkait dengan keselamatan seluruh unsur pertandingan, mulai tim official, pemain dan juga suporter.

“Buat gua, di atas bola ada yang lebih penting yaitu, nyawa, persahabatan dan keluarga. Tidak layak jika dipaksakan main Ronde 4 dengan resiko kenapa-kenapa,” terangnya.

Ronde 4, katanya seharusnya tidak sampai terancam gagal jika AFC sejak awal tidak berulah. Yakni menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah. Namun menerapkan keputusan awal yakni menggelar laga di tempat netral.

“Kalau misalnya di Jepang, Korsel atau bahkan Australia yang lebih jauh, tentu rencana Ronde 4 bisa lebih smooth,” tegasnya. (*)