Sport  

Siapa Pelatih Baru Timnas? Ini Kata Erick Thohir

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada media. Dia menyebut, pencarian pelatih baru Timnas akan dilakukan secara sistematis. (doc/pssi)

JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa proses penentuan pelatih baru timnas Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Ia menilai keputusan tersebut harus melalui tahapan yang terukur agar tidak berdampak negatif terhadap pembangunan sepak bola nasional.

“Mencari pelatih timnas itu tidak mudah dan tidak bisa buru-buru. Ada banyak faktor yang harus kami pertimbangkan. Saya tidak mau langkah ini justru kontraproduktif,” ujar Erick Thohir dilansir dari laman PSSI.

Erick menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dan informasi dari publik, namun ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan opini atau kabar yang tidak berdasar. Ia mencontohkan isu mengenai pelatih asal Belanda, Luis van Gaal. Dia menyebut semua ini adalah hoaks.

“Saya sangat terbuka terhadap informasi. Tapi jangan beropini atau membuat spekulasi. Misalnya soal Luis van Gaal. Itu hoaks. Akhirnya jadi tidak sehat,” tegasnya.

Erick menjelaskan, dia sudah berbicara dengan Sekjen PSSI Soemardji, Badan Tim Nasional (BTN) dan Direktur Teknik Alexander Zwiers. Ia memastikan pencarian pelatih baru timnas akan secara sistematis oleh BTN dan Direktur Teknik. Usulan ini dibahas oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“BTN dan Direktur Teknik akan mencari dan menyusun daftar calon pelatih. Setelah itu, mereka melaporkan hasilnya kepada saya untuk kemudian kita bahas bersama Exco,” jelas Erick.

Erick menambahkan, pengalaman bersama Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan arah kepelatihan berikutnya.

“Kekurangan dan kelebihan STY dan PK kita jadikan evaluasi. Keduanya bagian dari masa lalu yang kita pelajari agar ke depan makin baik,” katanya.

Blue Print PSSI

Menurut Erick, PSSI kini memiliki blueprint pengembangan sepak bola nasional yang berjenjang dari tim U-20, U-23 hingga senior. Karena itu, pelatih baru timnas harus mampu memahami dan menjalankan sistem pembinaan berkelanjutan tersebut.

“Tidak mudah mencari pelatih yang cocok dengan sistem kepelatihan nasional yang sudah kita rancang. Kita ingin pelatih yang bisa membina dari U-20, U-23 hingga senior,” ujarnya.

Erick juga menegaskan bahwa selama masa kepemimpinan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, PSSI telah memberikan dukungan penuh. Namun, ia mengakui dinamika hasil dalam sepak bola adalah hal yang wajar.

“Sepak bola itu ada naik-turunnya. Ada hasil yang memuaskan, ada juga yang tidak. Tapi saya sudah bersikap gentleman, meminta maaf kepada Presiden Prabowo dan masyarakat setelah kegagalan di babak kualifikasi,” tutur Erick. (*)