Situs Gunung Padang, Apa Kabarmu Kini?

  • Bagikan
Situs geologi Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap masih menjadi misteri dan belum dimanfaatkan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Situs geologi Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap menjadi salah satu keajaiban di sana. Tumpukan batu andesit telah mengundang banyak peneliti, pemerhati budaya hingga masyarakat umum.

Situs ini mulai terkuak dan menjadi perhatian luas pada 2008 lalu. Kala itu, sejumlah warga melakukan ekspedisi kecil-kecilan bersama juru kunci. Puncak bukit berada pada ketinggian 618 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Menyusul kemudian sejumlah peneliti dari Balai Pelestarian Kepurbakalaan dan Benda Bersejarah Provinsi Jawa Tengah pada 2008. Setelah itu, ada peneliti dari Unsoed yang melakukan hal serupa pada 2012.

“Dulu juga ada peneliti dari Australia. Dan terakhir 2019 kemarin dari Universitas Padjajaran,” kata Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Cendana Asri, Amin Syafaat.

Menurutnya, kehadiran para ahli ini memang jarang yang memaparkan hasil penelitian mereka. Kecuali dai Badan Pelestarian Kepurbakalaan dan Benda Bersejarah Provinsi Jawa Tengah. Demikian juga dengan tim dari Padjajaran tersebut.

“Kalau dari Padjajaran memang lebih meneliti budaya. Bukan ke arah geologi,” ujarnya.

Dia meyakini, situs Gunung Padang ini ada sentuhan manusia dalam proses penciptaannya. Ini terlihat dari patahan dan sambungan di tiap batu tersebut. Juga dengan adanya makam kuno di sisi barat bukit Gunung Padang.

Sejumlah warga mengantar siswa sekolah ke situs Gunung Padang. (doc)

Warga setempat percaya, makam ini merupakan tokoh besar di masa lampau. Sebut saja makam yang ada di puncak bukit.

“Lokasinya paling tinggi hingga banyak yang percaya ini makam orang besar,” kata dia.

Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi melihat Gunung Padang punya potensi untuk pengembangan wisata. Salah satunya adalah wisata dengan tujuan khusus yakni pendidikan. Bisa saja, tempat ini menjadi lokasi penelitian bagi pelajar, mahasiswa ataupun dosen.

“Ini satu-satunya situs geologi di Cilacap,” kata dia.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan Gunung Padang dikembangkan lagi. Karena di sekitarnya ada curug dan makam kuno.

“Tentu akan membawa dampak positif bagi warga jika bisa dikembangkan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan