Banyu Panas Cipari Setor Rp 400 Juta

  • Bagikan
Tempat wisata Banyu Panas di Kecamatan Cipari, Cilacap mulai sumbang PAD ke kas daerah. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Wisata Banyu Panas di Kecamatan Cipari, mulai menggeliat meski dalam gempuran akibat pandemi. Sampai dengan September ini, tempat wisata itu sudah menyumbang Rp 400 juta ke kas daerah.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Cilacap, terpuruk sejak Benteng Pendem, Teluk Penyu dan Pantai Widarapayung lepas dari pengelolaan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata. Ke 3 tempat wisata ini sejak 2020 lalu, penggelolaannya ada di TNI.

Saat ini, hanya ada 2 tempat wisata milik pemerintah yakni Banyu Panas Cipari dan Pantai Momongan. Hanya saja, Pantai Momongan masih dalam tahap pengembangan hingga belum bisa menerima pengunjung. Otomatis hanya Banyu Panas yang bisa menyumbangkan PAD.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwsata Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengakui, PAD pariwisata baru berasal dari Banyu Panas.

“(PAD) Air Panas Cipari sendiri kemarin hanya sedikit Rp 400 juta,”

Jumlah ini tentu sangat jauh berbeda saat dinas masih menggelola ke 3 tempat wisata pantai itu. Pada 2018 lalu, PAD dari sektor wisata mencapai Rp 2,7 Miliar. Penyumbang terbesar adalah ke 3 tempa wisata itu dan mencapai Rp 2,4 Miliar.

Faktor kedua, adalah pandemi dan memaksa Banyu Panas berulang kali ditutup. Tentu saja tidak ada wisatawan yang masuk ke sana dan PAD berhenti total.

“Masih sedikit karena di massa pandemi lebih sering tutup,” kata dia.

Fokus Dinas saat ini adalah destinasi wisata aman untuk dikunjungi. Jika aman dan tidak ada penyebaran Covid19, akan berdampak pada tumbuhnya ekonomi, terutama masyarakat sekitar tempat wisata.

“Ekonomi sekitar tempat wisata akan bangkit,” tegasnya. (*)

  • Bagikan