Sungai Tertutup Lumpur Belum Ada Penanganan

  • Bagikan
Material longsor yang menutup Sungai Ciherang belum ada penanganan. Longsor pertama kali terjadi pada awal November 2021. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sungai tertutup lumpur akibat tebing ambruk di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap, belum ada penanganan sama sekali. Tebing ambruk ada di aliran Sungai Ciherang dan menimbulkan ancaman banjir bandang.

Tebing pertama kali ambruk dan menutupi aliran air sungai tersebut pada Senin (1/11/2021). Setelah itu ada longsor susulan dan menambah tinggi ancaman banjir bandang.

Material tanah terus menumpuk dan terkonsentrasi di Embung Ciherang, tidak jauh dari lokasi bukit longsor.

Kepala Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Harsono mengatakan, bukit ini beberapa hari lalu kembali longsor. Lokasinya kian mendekati embung.

“Kemarin sempat longsor lagi. Sampai sekarang belum ada pengerukan,” ujar Harsono, Senin (16/11/2021).

Dia mengatakan, penanganan pasca tanah longsor tengah dilakukan bersama dengan melibatkan alat berat. Fokus adalah penanganan tanah longsor yang menutup jalan penghubung antar desa.

“Masih pengerukan longsor yang menutup jalan. Sekalian membersihkan sisa tanah longsor,” kata dia.

Dia menambahkan, tinggi tebing longsor ini mencapai 150 meter dan lebar sekitar 100 meter. Seluruh material berupa tanah merah ini turun ke dasar tebing hingga sungai tertutup longsor.

“Tingginya 150 meter dan lebar sekitar 100 meteran,” ujar Harsono.

Saat kejadian, warga setempat mendengar suara bergemuruh sangat keras hingga membuat mereka ketakutan. Warga baru mencari sumber suara pada pagi hari dan mendapati aliran sungai sudah tertutup tanah lumpur.

PPK OP 2 BBWS Citanduy, Hahya Yoshualender menambahkan, pihaknya sudah mengirim petugas untuk mensurvey lokasi. Tujuannya untuk memastikan perkembangan terbaru di lokasi kejadian.

“Hari ini kita survey kembali. Karena dari (perangkat) desa belum berani masuk ke sana karena masih aktif bergerak. Orang belum berani masuk,” katanya, Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan, ancaman banjir bandang di sana sangat besar. Tebing-tebing di gunung dan terjadi longsor itu sudah menutup alur Sungai Ciherang. Jika terjadi longsor susulan, material tanah akan menumpuk hingga terbentuk bendung alami. (*)

  • Bagikan