Sport  

Timnas U-20 Gagal di Piala Asia Karena Kalah Duel Udara

Timnas U-20 sudah gagal di ajang Piala Asia usai menelan 2 kekalahan. (doc/instagram @indrasjafri_coach)

JAKARTA – Timnas U-20 gagal di ajang Piala Asia usai kalah dalam 2 laga di babak penyisihan grup. Dan dua kekalahan tersebut terjadi karena pemain kalah dalam duel udara, terutama di kotak pinalty.

Target PSSI agar Timnas U-20 lolos ke lolos ke Piala Dunia U-20 di Chile, pada September 2025, akhirnya gagal. Karena di ajang Piala Asia U-20, Timnas sudah pasti gagal untuk lolos dari babak penyisihan grup. Syarat untuk bisa mentas di Piala Dunia adalah, harus menjadi 4 besar di Piala Asia.

Di babak penyisihan grup, Timnas U-20 sudah dua kali menelan kekalahan dan tinggal menyisakan 1 laga melawan Yaman. Laga ini sudah tidak berarti apapun karena kedua Timnas U-20 sudah pasti gagal lolos ke babak gugur.

Di laga perdana melawan Iran, Timnas U-20 kalah dengan skor 0-3. Ketiga gol merupakan pola serangan udara yang memanfaatkan postur tubuh tinggi. Secara fisik, Iran sudah sangat unggul dengan memenangkan duel udara, dan menciptakan peluang dari umpan silang.

Demikian juga saat melawan Usbekiztan. Nampaknya, Usbekiztan belajar dari kemenangan Iran yang mampu memaksimalkan keunggulan postur para pemain.

Hingga Timnas U-20 kembali kebobolan dari skema umpan silang. Gol pertama dari sundulan Kapten Timnas U-20 Usbekiztan usai memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap. Demikian juga dengan gol ketia yang berasal dari tendangan sudut.

Pelatih Timnas U-20, Indra Sjafri usai kalah dari Iran mengakui, timnya lemah dalam duel udara. Selain itu, pemain juga sering salah dalam mengatisipasi bola atas.

“Dalam mengantisipasi bola-bola atas dan duel satu lawan satu lemah,” kata Indra.

Coach Justinus Lhaksana mengatakan, fisik pemain Iran memang lebih bagus dengan tinggi rata-rata 180 ke atas. Sementara tinggi pemain Timnas, jauh lebih kecil.

“Kita kalah dengan bola-bola atas. Kalo lawan lo tinggi 185 dan loe 175, di mana mereka jauh lebih kuat dari bola-bola atas, lo mau ngelawan gimana,” ujarnya di kanal youtube Justinus Lhaksana. (*)