News  

Viral, Truk “Transformer” Pembawa Tabung Autoclave

Truk Scania pembawa tabung autoclave tengah berhenti. Truk ini viral karena angkut tabung sepanjang 40 meter dari Semarang menuju Banjarnegara selama 14 hari. (doc/instagram @widodogroho)

SEMARANG – Sebuah video tengah viral di media sosial yang memperlihatkan iring-iringan truk pembawa tabung autoclave. Keberadaan truk “transformer” ini, selalu menjadi sorotan kamera hp netizen di sepanjang rute. Baik saat bergerak pelan, maupun ketika berhenti.

Truk viral ini berangkat dari Semarang menuju Banjarnegara. Dari Semarang, truk viral pembawa tabung autoclave bergerak melalui tol menuju Solo, keluar di Prambanana dan bergerak ke Yogyakarta. Baru kemudian menuju arah barat dan melintasi Purworejo, Kebumen, Banyumas dan berakhir di Banjarnegara. Pengemudi butuh 14 hari untuk melakukan perjalanan tersebut.

Ini bukanlah perjalanan mudah bagi pengemudi karena tabung punya panjang sekitar 40 meter. Sedangkan beban muatan mencapai 60 ton. Sopir tentu butuh ruang agar mudah bermanuver.

Akun instagram @pungki_agung_p mengunggah video dan memastikan, truk viral yang angkut tabung autoclave sudah sampai di lokasi pabrik. Terlihat tidak hanya 1 truk yang sudah parkir di lokasi. Namun ada 4 unit dan tinggal menunggu tabung untuk dipasang.

“Truk viral pembawa Autoclave Sudah tiba di Banjarnegara,” tulis Pungki di video tersebut.

Pengiriman barang pesanan pabrik ini, menggunakan Prime Mover merk Scania P410. Truk ini menarik multi axle dengan turntable dan jadi pembawa tabung autoclave.

Truk viral pembawa autocave ini dikemudikan 2 orang di bagian depan dan belakang. Ini membuat truk gampang diarahkan saat berbelok, mengingat panjang muatan mencapai 40 meter.

Selama perjalanan, truk ini selalu berhenti di siang hari. Pengemudi baru memulai kembali perjalanan pada malam hari dengan pertimbangan lalu lintas tidak terlalu padat.

Namun tetap saja, sopir tidak leluasa bergerak karena di banyak lokasi, truk viral pembawa tabung autoclave ini jadi tontonan warga. Hingga kerap truk harus ada pengawalan dari petugas.

Faktor penghambat perjalanan, tentu medan dan kontur jalan yang beragam. Seperti saat melintas di daerah Unggaran yang banyak tanjakan dan turunan. Sopir harus lebih sering berhenti untuk memastikan keselamatan. (*)