News  

Wapres Gibran Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Bullying

Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan (bullying).(doc)

JAKARTA – Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi insiden ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).

Ledakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang siswa sekolah itu sendiri. Pelaku disebut menjadi korban bullying, sehingga menimbulkan keprihatinan publik terhadap kondisi psikologis dan keamanan siswa di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak kita, tempat yang bebas dari perundungan,” kata Wapres Gibran, Jumat (14/11/2025).

Ia menekankan guru, orang tua, dan sesama siswa harus lebih peka dan peduli terhadap lingkungan belajar. Wapres Gibran meminta semua pihak bekerja sama agar insiden serupa tidak terulang.

“Saya titip untuk kita semua saling menjaga, saling peka, dan saling mengingatkan agar kejadian yang terjadi di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah seorang siswa di sekolah tersebut. Proses hukum oleh Polda Metro Jaya dan jajaran masih berlangsung.

“Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut,” ucap Jenderal Sigit, Sabtu (8/11/2025).

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku bertindak seorang diri. Belum ada pihak lain yang terlibat. Namun, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada pelaku tambahan atau keterlibatan lain.

“Saat ini kami baru mendapati satu terduga pelaku, tetapi penyelidikan tidak berhenti di situ. Tim kami terus bekerja untuk mencari pihak lain jika ada. Jumlah resmi pelaku akan kami sampaikan setelah pendalaman selesai,” pungkas Kapolri. (*)