News  

Antisipasi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bikin Peta

Seorang anak tengah mengambil air dari sumur dekat sungai saat musim kemarau. Pemkab Cilacap lakukan antisipasi hadapi ancaman kekeringan kemarau 2023 ini. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Mengantisipasi ancaman kekeringan di Kabupaten Cilacap yang sering terjadi tiap kemarau, Pemkab kali ini sudah bikin peta. Caranya dengan petakan wilayah mana saja yang selama ini rawan kekeringan dan mengakibatkan warga mengalami kesulitan air bersih.

Tiap musim kemarau, hampir selalu ada desa di Kabupaten Cilacap yang mengajukan bantuan air bersih. Beberapa desa yang pernah mengajukan tersebut antara lain ada di Kecamatan Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu dan Patimuan. Demikian juga dengan sejumlah desa di Kecamatan Karangpucung, Majenang, Wanareja dan Dayeuhluhur.

Kecamatan Patimuan dan Gandrungmangu sisi selatan, tergolong rawan. Demikian juga dengan Kecamatan Bantarsari dan Kawunganten. Ini karena wilayah tersebut sudah sangat dekat dengan garis pantai. Hingga saat kemarau, air sumur warga kerap berubah warna dan terasa asin akibat air laut yang masuk jauh ke daratan.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap seluruh wilayah. Ini sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan. Baik kekeringan biasa sampai esktrim.

“Kemarin baru saja kita rapat koordinasikan. Kita petakan daerah-daerah yang selama ini mengalami kekeringan,” kata Yunita, Jumat (26/5/2023).

Jika sebuah wilayah masuk kategori rawan kekeringan, maka harus segera dicarikan solusi. Salah satunya memastikan adanya sumber air bersih terdekat. Air dari sana bisa dialokasikan bagi warga yang mengalami kekeringan.

Langkah lain adalah mendorong PDAM untuk membuka jaringan sampai ke daerah tersebut. Ini menjadi salah satu solusi jangka panjang yang akan menghapuskan ancaman kekeringan di wilayah tersebut.

“PAM bisa masuk ke sana,” katanya.

Dia juga mendorong adanya edukasi bagi warga yang ada di daerah rawan kekeringan. Seperti mengajak kebiasaan baru utnuk berhemat dalam penggunaan air bersih. Atau melakukan penanaman di lokasi sumber air hingga pepohonan ini memiliki fungsi ekologi.

“Pohon ini bisa meyimpan air,” katanya.

Meski sudah ancaman kekeringan sudah membayangi, belum ada satupun desa yang mengajukan bantuan air bersih.

“Sampai sekarang belum ada,” tegasnya. (*)