News  

Kapolda Jawa Tengah Bawa-bawa Kak Seto. Ada Apa?

ilustrasi

CILACAP – Polda Jawa Tengah akan mengundang pemerhati masalah anak, Kak Seto untuk ikut mendampingi korban pencabulan di Cilacap. Keberadaan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) tersebut diharapkan bisa memberikan dukungan trauma healing terhadap korban dan keluarganya.

6 siswa sekolah di Cilacap, jadi korban pencabulan dari pelatih bela diri. Aksi pencabulan ini terkuak setelah salah satu korbannya menceritakan kalau dia bersama 3 temannya menjadi korban pencabulan. Dia menceritakan semuanya ke keluarga dan perangkat desa setempat pada 1 Februari 2023.

Pelaku adalah AP, warga Desa Kertajaya Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. Dia kini menjadi pesakitan dan tengah menjalani proses hukum akibat laporan dari keluarga korban.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfhi mengatakan, pihaknya membentuk tim trauma healing dan melibatkan petugas Dinas Psikologi dan Pidokes. Selain itu juga meminta dukungan dari LPAI untuk bersama-sama mendampingi para korban.

“Dari pengamat, termasuk Kak Seto kita hadirkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak ini karena pencabulan merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Hingga penanganannya juga secara khusus. Mulai dari tempat hingga pelibatan personil.

“Ini kan kasus extraordinary crime. Jadi khusus. Satu, pemeriksaannya khusus, tempatnya juga khusus,” katanya.

Dia menambahkan, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Batang dan Blora.

Kak Seto atau Seto Mulyadi selama ini kerap memberikan pendampingan bagi anak. Termasuk bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual atau pencabulan. Di beberapa kesempatan, Kak Seto selalu menekankan pentingnya trauma healing bagi anak korban pencabulan. (*)