CILACAP – TNI AL merasa yakin masih banyak peluru dan amunisi di bangkai kapal yang tenggelam di perairan Cilacap. Ini karena para penyelam belum sepenuhnya mengeksplore gudang amunisi di kapal perang.
Selama 2 hari, Pasukan Katak TNI AL melakukan penyelaman sebagai tindak lanjut temuan ribuan butir peluru oleh nelayan Cilacap. Para nelayan ini menemukan peluru dengan berat total 200 kg.
Komandan Penyelam Pasukan Katak TNI AL, Letkol Yudo Ponco yakin kalau masih banyak peluru di bangkai kapal perang tersebut. Karena penyelaman selama 2 hari itu, petugas mampu mengankat sekitar 6 ribu butir peluru berbagai ukuran atau kaliber.
“Baru 2 hari saja ketemu 6 ribu. ” kata dia.
Dia dan anggota penyelam dari TNI AL juga yakin kalau peluru berukuran besar juga ada di bangkai kapal itu. Karena penyelam belum bisa masuk lebih jauh ke dalam gudang senjata karena faktor jarak pandang yang terbatas.
“Kalau bisa masuk lebih dalam lagi mungkin lebih banyak lagi. Dan gudang itu tidak seukuran kecil untuk kapal besar. Pasti persenjataannya banyak,” katanya.
Namun keyakinan ini masih butuh pembuktian dengan penyelaman yang lebih lama dan ada dukungan peralatan khsusu. Termasuk alat untuk mengangkat peluru berukuran besar.
“Terkait visibility, arus dan tekhnik ya ini saja bisa kita angkat. Tapi yang gede-gede di dalem masih ada tidak bisa kami angkat, kecuali ada alat khusus,” katanya.
Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Bambang Subeno juga meyakini hal serupa. Ini dengan melihat kondisi peluru masih dalam kondisi baik. Terutama peluru yang ditemukan penyelam selama 2 hari.
“Kondisi peluru masih baik. Masih 50 persen. Beda dengan yang kemarin tercecer di luar (gudang peluru),” kata dia.
Hingga dia berharap ada langkah dari pihak terkait untuk mengantisipasi resiko terburuk. Apalagi lokasi penemuan peluru ini berada di jalur pelayaran Cilacap.(*)






