CILACAP – Kades di Cilacap, ternyata marak dan menjadi mangsa penipuan bermodus APK undangan. Serangan ini marak dan membuat kades terancam kehilangan data pribadi.
APK undangan menjadi modus penipuan oleh hacker. Tujuannya untuk mendapatkan data pribadi dari pemilik ponsel secara ilegal. Caranya dengan mengirimkan undangan berformat APK.
Pesan ini akan berisikan APK undangan bagi para kades. Pengirim pesan juga meminta penerima untuk membuka APK bodong tersebut. Jika sudah dibuka, akan ada permintaan persetujuan untuk menginstal aplikasi tersebut. Jika sudah terinstal, pengirim bisa leluasa mengobrak-abrik data di telepon seluler penerima. Hingga pengirim mampu mendapatkan data pribadi seperti user name, password, PIN hingga kode OTP. Tentu data ini bisa dipakai pengirim secara ilegal.
Melansir situs cipari.desa.id, para kades di Cilacap menjadi sasaran modus penipuan melalui ponsel mereka. Modusnya yak i menggunakan pengiriman APK Undangan palsu dan berujung pada pengintaian dan potensi tersadapnya perangkat seluler.
“Sejak beberapa bulan terakhir, para kepala desa di Kabupaten Cilacap menerima pesan undangan hajatan Pernikahan maupun acara Keagamaan pada Grup komunitas WA yang sedang populer. Pesan-pesan tersebut berisi tautan yang mengarahkan para kepala desa ke situs web atau sumber yang tidak dikenal untuk mengunduh APK Undangan,” tulis situs tersebut.
Hanya saja beberapa kades tidak curiga sama sekali dengan pesan tersebut. Bahkan beberapa kepala desa sudah mengunduh dan menginstal APK Undangan palsu yang menjadi modus penipuan.
“Kondisi ini telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat setempat dan menjadi peringatan serius bagi semua orang untuk lebih waspada terhadap ancaman serupa,” tulis situs tersebut.
Namun situs ini tidak menyebutkan secara detail kades mana saja yang menjadi korban penipuan APK Undangan. Hanya saja, kades mengalami kerugian karena tersadapnya perangkat seluler mereka. (*)






