News  

Detik-detik Proklamasi, Emak-emak Pukul Panci

Emak-emak di Cilacap kompak pukul panci saat detik-detik proklamasi, Kamis (17/8/2023). (doc)

CILACAP – Detik-detik proklamasi pada Kamis (17/8/2023), sejumlah emak-emak di Cilacap ramai-ramai pukul panci. Demikian juga dengan sejumlah peralatan dapur yang mereka miliki. Suara panci dan alat dapur ini berpadu dengan sirine, kentongan dan kembang api.

Para emak ini serentak mulai memukul panci, galon dan lainnya saat sirine tanda detik-detik proklamasi. Mereka sebelumnya sudah berjejer rapi di tepi jalan, tepatnya di selatan alun-alun Kecamatan Majenang, Cilacap. Mereka baru selesai memukul panci, saat sirine berakhir.

Selain memukul panci saat detik-detik proklamasi, para emak ini juga mengikuti jalannya upacara pengibaran bendera. Mereka tetap berjajar rapi meski mengenakan baju biasa. Dan saat pengibaran bendera oleh paskibra, mereka ikut melakukan penghormatan meski dari jarak jauh.

Istiqomah, salah satu warga mengatakan, memukul panci bagi warga setempat selalu mereka lalukan saat detik-detik proklamasi. Mereka mayoritas pemilik kios yang ada di selatan alun-alun Majenang, Cilacap. Sisanya merupakan teman atau penonton upacara yang ingin terlibat dengan tradisi memukul panci.

“Tiap tahun selalu ikut upacara. Jadi seru,” katanya.

Camat Majenang, Aji Pramono mengatakan upacara tahun ini terasa lebih semarak dibandingkan saat masa pandemi. Tahun ini, masyarakat bisa dengan leluasa melihat pengibaran bendera. Juga ada dukungan dari kelompok tertentu yang menerbangkan burung merpati. Demikian juga dengan pelepasan ratusan balon ke udara yang membuat peringatan detik-detik proklamasi terlihat lebih semarak.

“Semuanya nampak semarak. Kita bebaskan masyarakat untuk berekspresi,” katanya usai upacara.

Dia menambahkan, pemerintah setempat masih memiliki agenda untuk memeriahkan HUT RI. Seperti pawai kentongan, karnaval budaya dan pagelaran wayang kulit.

Khusus karnaval budaya, selalu mampu menarik luas perhatian masyarakat. Peserta akan berjalan kaki menyusuri jalan utama setempat.

“Puncaknya nanti kita gelar wayanga kulit,” katanya. (*)