CILACAP – Imbas dari gangguan distribusi air, PDAM kini terpaksa kirim air bersih pakai mobil tanki ke rumah-rumah pelanggan. Terutama wilayah yang terdampak akibat berkurangnya pasokan baku air ke pusat pengolahan. Pengurangan pasokan air baku ini bahkan sampai 50 persen.
Pasokan air bersih ke rumah dan pelanggan PDAM Cilacap, terganggu karena pengaruh kemarau. Juga bertepatan dengan perbaikan saluran irigasi oleh Dinas PSDA. Hingga pelanggan di wilayah pusat kota Cilacap, Kesugihan, Jeruklegi hingga Kawunganten mengalami masalah.
Air di sejumlah rumah pelanggan kerap berkurang drastis. Bahkan ada pelanggan yang mengeluhkan tidak ada pasokan air bersih sama sekali. Terutama pada jam-jam padat penggunaan.
Direktur PDAM Cilacap, Bambang Yulianto mengatakan, ada 5 desa di Kecamatan Kawunganten yang sangat parah akibat berkurangnya pasokan air baku ke pusat pengolahan.
“Paling parah di (Kecamatan) Kawunganten. Yakni (Desa) Ujungmanik, Grugu, Bringkeng dan Babakan,” katanya.
Dia mengakui, pusat pengolahan yang ada di Kecamatan Kesugihan memang tidak bisa beroperasi maksimal selama kemarau. Akibatnya pasokan air bersih ke pelanggan mengalami gangguan. PDAM kemudian mengambil kebijakan yakni kirim air bersih ke pelanggan menggunakan mobil tanki.
Tiap hari, ada 6 armada tanki yang bergerak ke desa terdampak. 4 armada ini merupakan milik PDAM Cilacap. Sisanya milik BPBD dan PMI Cilacap.
“Tiap hari ya ada 6 tanki,” kata dia.
Menurutnya, langkah PDAM kirim air bersih ke pelanggan dengan mobil tanki sebagai respon dan tanggung jawab sebagai perusahan penyedia air. Apalagi warga sangat membutuhkan air bersih untuk berbagai keperluan.
“Karena pelayanan tidak lancar kami drop pakai tanki agar masyarakat bisa menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya. (*)






