News  

Kesulitan Air Bersih, Warga Terpaksa Jalan Kaki 4 KM

Warga Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap mengalami kesulitan air bersih sejak kemarau. Mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 4 km untuk bisa mendapatkan air bersih. (doc)

CILACAP – Kesulitan air bersih yang terjadi di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, memaksa warga untuk berjalan kaki sejauh 4 km lebih untuk sampai ke mata air yang tersisa. Mereka harus melalui jalan setapak dengan naik turun bukit sebelum sampai ke sumber mata air yang masih tersisa. Ini terjadi sejak kemarau terjadi.

Warga yang merasakan kesulitan air bersih dan harus berjalan kaki sejauh 4 km, ada di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap. Mayoritas sumber air dekat rumah sudah mengering dan menyisakan beberapa lokasi saja. Salah satunya yang ada di tepi hutan yang berjarak 4 km dari perkampungan warga.

Mereka dari rumah sudah membawa ember dan alat lainnya. Tujuannya adalah mendapatkan air meski mereka harus antri dan bergantian. Mereka juga harus bergegas secepat mungkin dari rumah. Karena jika terlambat, air sudah berubah keruh.

Caski, salah satu warga mengatakan, mereka terpaksa menggunakan air meski kadang sudah agak keruh. Ini semua demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari masak, mandi hingga mencuci.

“Andalannya ya hanya mata air ini. Kami sudah kesulitan air bersih sejak kemarau,” katanya.

Karena keruh, warga enggan menggunakan air tersebut. Hingga mereka harus beli dari pedagang air minum isi ulang atau sejenisnya.

“Kalau untuk minum harus beli galon isi ulang,” katanya lagi.

BPBD Kabupaten Cilacap, pihaknya berkolaborasi dengan CSR/Relawan Kebencanaan sudah mendistribusikan air bersih ke 33 desa di 13 kecamatan. Bantuan air bersih ini menggunakan anggaran APBD tahun 2023.

Dari unggahan instagram @bpbdcilacap, ada postingan tentang infografis. BPBD dalam caption mengakui, permohonan air bersih tiap hari terus meningkat. Salah satunya dari pelanggan PDAM yang mengalami kesulitan air bersih.

“Hal ini tentunya diakibatkan adanya perbaikan/pemeliharaan dari PDAM, sehingga desa yang sdh ada jaringan PDAM macet/mati. Sehingga permohonan air bersih makin meningkat dimana untuk sumur-sumur sdh kering atau berwarna kuning tidak layak untuk dikonsumsi,” tulis admin @bpbdcilacap. (*)