CILACAP – Kasus keracunan yang menimpa warga Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap, jadi KLB atau Kejadian Luar Biasa. Ini dengan melihat jumlah warga yang harus mendapatkan perawatan dan mencapai 41 orang.
Aturan tentang KLB merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi mengatakan, keracunan makanan tersebut sudah jadi KLB.
“(Keracunan makanan) ini kan sudah jadi KLB,” katanya, Jumat (13/10/2023).
Dia mengatakan, biaya perawatan pasien yang sakit akibat KLB tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Artinya, proses perawatan sepenuhnya gratis. Hingga korban keracunan makanan di Cilacap ini tidak perlu pusing memikirkan biaya perawatan.
“Baik yang tidak punya BPJS ataupun yang punya. Ini sudah sesuai aturan,” tambahnya.
Selain itu, pasien yang pulang juga terus mendapatkan pemantauan dari petugas medis secara berkala. Hingga kemudian, pasien tidak lagi mengalami gejala atau keluhan akibat keracunan makanan.
“Jadi perawatan tidak berhenti di sini saja. Tapi kita pantau oleh bidan desa dan nakes lainnya, sampai kemudian mereka sembuh,” kata dia.
Meski jadi KLB, pasien korban keracunan makanan di Cilacap kondisinya terus membaik. Mereka tidak mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan secara berlebihan. Bahkan, ada 17 orang yang boleh pulang usai mendapatkan perawatan di Puskesmas Cimanggu 1.
“Hari ini ada 17 orang yang bisa pulang,” katanya.
Dia lalu mengapresiasi langkah petugas medis dan aparat terkait dalam hal kecepatan penanganan. Penanganan ini melibatkan medis dari Puskesmas Cimanggu 1, Dokkes Polresta Cilacap dan unsur TNI, Polri serta Satpol PP.
“Karena cepat dan tepat dalam penanganan hingga kondisi mereka bagus,” tegasnya. (*)






