News  

Sosok Kholid, Nelayan Tangerang yang Lawan Pagar Laut. Hidup Jadi Kaya Si Pitung

Sosok Kholid, nelayan dari Desa Kronjo Kabupaten Tangerang, Banten. Nelayan ini viral karena kerap bersuara lantang melawan pagar laut. (doc/youtube @Ombudsman RI)

JAKARTA – Pagar laut sudah menyeret ribuan nelayan di Tangerang, termasuk sosok pria bernama Kholid. Dia dengan berani bersuara lantang melawan pemagaran laut. Baginya pagar laut membuat rakyat sangat menderita.

Kemunculan pertama kali sosok Kholid terjadi, saat Ombudsman melakukan investigasi pada Desember 2024. Dia banyak memberikan testimoni di hadapan Kepala Perwakilan Ombudsman Banten, Fadli Afriadi. Investigasi ini lalu tayang di akun youtube @Ombudsman RI

Kalimatnya terstruktur, jauh melampaui “titel”nya sebagai nelayan. Data yang dia paparkan juga kongkrit, lengkap dengan narasi penderitaan para nelayan, maupun petani di pesisir Tangerang.

Namanya mulai mencuat, saat berbicara di kanal youtube @Abraham Samad Speak Up. Di situ dia dengan tegas merasa hidup seperti di jaman VOC. Tepatnya, saat VOC masih menguasai Batavia dan dia menjadi orang macam Si Pitung.

“Saya jadi ngerasa hidup kembali di jaman Belanda, jaman Si Pitung. Pergi kemana-mana harus bawa golok, harus ketemu preman,” katanya.

Dia juga mengeluhkan tentang kehidupannya sebagai nelayan, yang tidak pernah tenang. Ini karena pengalaman berperang dengan korporasi antara 2014 hingga 2016. Saat itu, nelayan melakukan gugatan terhadap kegiatan penambangan pasir untuk reklamasi proyek.

Baru beberapa tahun santai, dia kembali berhadapan denga korporasi, dengan dampak yang lebih dahsyat.

Dari dua pengalaman ini, dia merasakan kalau pemimpin negara sudah tidak bisa berfikir normal.

“Ini lingkaran besar (negara) dipaksa masuk ke lingkaran kecil (korporasi). Jadi selama ini saya dipimpin oleh korporasi, karena negara tidak hadir. Sampai kapanpun, saya ga sudi dipimpin korporasi,” tegasnya.

Dan sosok Kholid kembali muncul di program ILC besutan Karni Ilyas. Dia memberikan argumentasi yang membuat audiens terkesima. Kalimatnya lugas, lancar dan tegas. Sebuah ketegasan dan watak para nelayan yang ditempa kerasnya alam laut.

Kerasnya laut, hanya bisa tumbang dengan kerasnya keteguhan hati dan kekuatan fisik. Ini yang membuat sosok Kholid punya itu semua. Hingga dia berani melawan korporasi besar yang sudah membuat rakyat sengsara. (*)