News  

Kades Kohod Menghilang Usai Bertemu Nusron Wahid

Kades Kohod Arsin yang sempat beradu argumen dengan Nusron Wahid. Dia kini tidak pernah lagi muncul di hadapan publik. (doc/tiktok)

JAKARTA – Sosok Arsin bin Sanip, Kades Kohod tiba-tiba saja menghilang setelah jadi pusat perhatian publik kala bertemua dengan Menteri ATR BPN, Nusron Wahid.

Kedatangan Nusron ke Desa Kohod, untuk melihat kondisi perairan di sana yang sudah ada sertifikat Hak Guna Bangunan ataupun Sertifikat Hak Milik. Sekaligus menjadi langkah terakhir sebelum pembatalan sertifikat tersebut.

Kepada Nusron, Arsin bersikeras kalau wilayah yang ada di sekitar pagar laut semula adalah empang. Namun kemudian hancur akibat abrasi laut pantai utara Pulau Jawa. Hanya saja, pernyataan Kades Kohod ini dimentahkan oleh Nusron.

Menurut Nusron, secara fisik empang tersebut sudah tidak ada bekasnya. Hingga lahan ini, masuk kategori tanah musnah yang secara otomatis menggugurkan seluruh hak atas beredaaan lahan tersebut.

“Karena tidak ada fisiknya maka masuk kategori tanah musnah. Otomatis hak atas apapun di situ hilang. Hak milik hilang hak guna bangunan juga hilang. Kenapa? Karena barangnya udah engga ada,” terangnya.

Pasca peninjauan ini, Kades Kohod tersebut tidak mau memberikan komentar apapun kepada media. Bahkan dia segera beranjak pergi dengan alasan hendak sholat jumat di masjid. Dan usai sholat jumat, dia kembali enggan memberikan komentar dan segera pergi bersama sejumlah orang.

Dan hingga sekarang, Arsin menghilang dari hadapan publik. Apalagi setelah beredar dirinya dipanggil Kejaksaan Agung RI, buntut dari mencuatnya Sertifikat Hak Guna Bangunan dan Sertifikat Hak Milik di laut.

Kasus pemagaran laut pesisir Tangerang, menjadi polemik usai viral di media sosial. Meski warga dan sejumlah instantsi terkait sudah mengetahui pagar laut sejak Agustus 2024 lalu. Hingga kini, penanganan pagar laut masih terus berjalan. Sejumlah pihak mendesak agar kasus ini bisa dituntaskan. (*)